Matawarta.com, JAKARTA – Borneo FC Samarinda bertekad menjaga konsistensi. Sembilan laga tersisa di Super League 2025/26 bukan lagi sekadar pertandingan, ini adalah fase hidup-mati yang akan menentukan apakah Pesut Etam mampu menyalip atau justru tersungkur di detik akhir perburuan gelar.
Ujian pertama datang tanpa kompromi. Borneo FC harus bertarung di kandang Madura United FC, tepatnya di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Minggu (5/4). Bukan sekadar pertandingan biasa karena akan menjadi ujian konsistensi sekaligus penentu arah perjalanan tim dalam perebutan trofi.
Tekanan di papan klasemen makin menggila. Borneo FC menguntit ketat Persib Bandung yang masih nyaman di puncak dengan selisih empat poin, sementara Persija Jakarta terus membayangi dengan jarak hanya dua angka. Situasi ini membuat satu kesalahan kecil bisa langsung mengubah peta persaingan secara brutal.
Di tengah tensi tinggi itu, pelatih Fabio Lefundes mencoba tetap tenang, meski badai cedera belum sepenuhnya reda.
“Untuk Kaio setelah operasi, seperti kata tim dokter, di bulan pertama dia harus diverifikasi lagi dan ada observasi lainnya di bulan kedua,” ujarnya.
Sorotan utama tertuju pada striker andalan, Kaio Nunes. Ia masih berada dalam fase krusial pemulihan dan belum bisa tampil maksimal. “Kami sudah meletakkannya di masa transisi. Dia sudah lebih maju secara fisik, tapi harus menghindari kontak pada bagian yang cedera,” imbuh Lefundes.
Nasib serupa bahkan lebih berat, dialami Habibi Jusuf. Cedera ACL dan meniskus membuat proses comeback-nya berjalan lebih panjang dan penuh kehati-hatian.
“Kami harus lebih berhati-hati untuk Habibi, dia juga masuk dalam proses pemulihan bagian fisik dan mungkin membutuhkan waktu sedikit lebih lama,” kata Lefundes.
Namun di balik kekhawatiran itu, secercah harapan muncul dari lini belakang. Mohammad Baker El Husseini menunjukkan progres signifikan dan berpeluang segera kembali. “Mungkin minggu depan dia sudah bisa bergabung bersama tim,” pungkasnya. (paz)
