PDIP Soroti Prabowo Tiga Kali Terbang ke Prancis, Minta Istana Buka-bukaan soal Tujuan Lawatan

Matawarta.com, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP mulai mempertanyakan intensitas kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis yang sudah terjadi tiga kali hanya dalam kurun waktu kurang dari enam bulan sepanjang 2026.

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menilai frekuensi lawatan tersebut wajar memunculkan pertanyaan publik. Ia bahkan membandingkan situasi yang kini dihadapi Prabowo dengan kritik yang pernah diterima Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid, saat kerap melakukan kunjungan luar negeri.

“Kita juga pernah punya presiden yang dikritik sering ke luar negeri waktu zaman Gus Dur. Sekarang orang melihat hal yang sama pada Pak Prabowo,” kata Andreas di Jakarta, Sabtu (30/5).

Menurut Andreas, persoalan utamanya bukan terletak pada kunjungan luar negeri itu sendiri, melainkan minimnya informasi yang diterima publik sebelum keberangkatan Presiden. Ia menilai lawatan terakhir Prabowo ke Prancis justru baru dijelaskan setelah Presiden tiba di negara tersebut.

Kondisi itu, kata Andreas, memunculkan spekulasi dan polemik yang seharusnya bisa dihindari apabila pemerintah sejak awal menyampaikan agenda, target, serta hasil yang ingin dicapai dari kunjungan kenegaraan tersebut.

“Seharusnya sebelum berangkat publik sudah tahu tujuan dan agendanya. Presiden pergi membawa nama negara, jadi masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang jelas,” ujarnya.

PDIP pun mendesak Istana melalui juru bicara Presiden untuk memberikan penjelasan lebih terbuka terkait alasan di balik kunjungan berulang Prabowo ke Prancis. Transparansi dinilai penting agar tidak muncul berbagai persepsi di tengah masyarakat.

Sorotan itu muncul setelah Prabowo tercatat tiga kali mengunjungi Prancis sepanjang tahun ini, yakni pada Januari, April, dan Mei 2026.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan kunjungan tersebut memiliki agenda strategis. Dalam pertemuannya dengan Presiden Emmanuel Macron, Prabowo membahas penguatan kerja sama bilateral, stabilitas global, perdamaian dunia, hingga dukungan terhadap solusi dua negara bagi Palestina.

Selain itu, kedua negara juga meluncurkan France-Indonesia High Level Business Council yang diharapkan dapat mempercepat investasi dan perdagangan antara Indonesia dan Prancis. (mua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *