Matawarta.com, JAKARTA- Persebaya Surabaya belum mau terlena setelah sukses menjuarai Piala Presiden. Alih-alih bersantai, Bernardo Tavares membawa Bajol Ijo ke Thailand untuk menjalani pemusatan latihan dengan target yang jauh lebih serius.
TC di Negeri Gajah Putih menjadi tahap penting bagi Persebaya sebelum menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Tavares ingin skuadnya keluar dari pemusatan latihan tersebut dengan kondisi yang lebih siap, baik secara fisik, taktik maupun mental.
Persebaya memang sudah melewati pramusim yang cukup panjang. Total tujuh pertandingan telah mereka jalani, termasuk lima laga dalam perjalanan menuju gelar Piala Presiden.
Namun bagi Tavares, hasil positif di turnamen pramusim bukan alasan untuk berhenti melakukan pembenahan.
Justru setelah menjadi juara, pelatih asal Portugal itu ingin meningkatkan standar timnya.
“Target kami di pemusatan latihan ini adalah mempersiapkan tim dengan intensitas yang tinggi,” tegas Tavares.
Peningkatan intensitas menjadi sangat penting karena Persebaya bakal menghadapi dua kompetisi pada musim baru, yakni Super League 2026/2027 dan League Cup 2026/2027.
Tetapi ada satu persoalan lain yang ingin diselesaikan Tavares selama berada di Thailand: membangun ikatan kuat antarpemain.
Menurutnya, sebuah tim tidak cukup hanya memiliki kualitas individu. Para pemain juga harus memahami karakter dan kebiasaan rekan setimnya agar mampu saling membantu ketika pertandingan memasuki situasi sulit.
Hal tersebut menjadi perhatian Tavares sejak awal pramusim. Ia bahkan sempat menemukan sejumlah pemain yang belum benar-benar mengenal rekan setimnya.
TC di Thailand diharapkan menjadi kesempatan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Para pemain akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama sehingga komunikasi dan chemistry bisa terbentuk secara alami.
“Kami membutuhkan kebersamaan seperti sebuah keluarga, karena ketika menghadapi masa-masa sulit, kami membutuhkan satu sama lain,” jelasnya.
Bagi Tavares, memilih Thailand sebagai lokasi TC juga bukan keputusan tanpa alasan. Lingkungan yang berbeda diyakini dapat memberikan energi baru kepada pemain setelah menjalani rangkaian pertandingan pramusim yang melelahkan.
“Pemusatan latihan di negara yang berbeda juga memberikan motivasi baru bagi pemain. Lingkungan baru, lawan yang berbeda, dan suasana latihan yang berbeda akan membantu kami berkembang. Itu yang kami inginkan dari proses ini,” ucapnya.
Tavares juga tidak ingin mental juara yang muncul setelah Piala Presiden berhenti hanya pada keberhasilan mengangkat trofi. Ia ingin karakter tersebut terbawa ke kompetisi resmi.
“Target lainnya adalah membangun mentalitas pemain agar mereka bisa memberikan lebih banyak untuk tim. Kami ingin mereka memahami arti menjadi pemenang sekaligus menjadi rekan setim yang baik,” tandasnya.
Untuk menguji perkembangan skuad, Persebaya tidak hanya menggelar latihan selama berada di Thailand. Rencananya, Bajol Ijo juga akan melakoni pertandingan uji coba menghadapi klub-klub lokal di sekitar Bangkok. (mua)
