Matawarta.com, JAKARTA – Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipamerkan Joko Widodo (Jokowi) memancing sindiran tajam dari politikus PDIP Guntur Romli.
Alih-alih ikut menyoroti langkah Jokowi mengumumkan dirinya sebagai kader PSI, Guntur malah mengaitkannya dengan polemik ijazah yang masih menjadi perhatian publik.
Guntur mempertanyakan alasan Jokowi memilih menunjukkan KTA PSI ketika menurutnya yang tengah diminta publik adalah kejelasan mengenai dokumen pendidikan.
“KTA PSI itu apa ya? Partai Sengketa Ijazah?“* kata Guntur kepada wartawan, Minggu (27/9/2026).
Sindiran tersebut tak berhenti di Jokowi. Guntur juga menyeret nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang merupakan putra sulung Jokowi.
Menurut Guntur, Jokowi seharusnya menunjukkan ijazah S1 Universitas Gadjah Mada (UGM), sedangkan Gibran diminta menunjukkan ijazah SMA-nya.
“Diminta nunjukin ijazah agar tidak makin gaduh, kok malah nunjukin KTA,” ujar Guntur.
“Baik Jokowi diminta nunjukin ijazah S1 UGM-nya dan Gibran nunjukin ijazah SMA-nya,” lanjutnya. (mua)
