Ketum The Jakmania Buka Suara soal Bus Persib U-18 Dirusak: Mohon Maaf

Matawarta.com, JAKARTA – Penyerangan bus rombongan Persib Bandung EPA U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, menuai perhatian serius. Ketua Umum The Jakmania Muhammad Aditya Putra turut angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang terjadi pada Minggu (11/10/2026) malam tersebut.

Aditya secara tegas menyebut aksi perusakan itu sebagai tindakan yang salah. Ia menilai tidak ada alasan yang bisa membenarkan kekerasan, termasuk jika dikaitkan dengan rivalitas panjang antara pendukung Persija Jakarta dan Persib Bandung.

Melalui pernyataannya di Instagram Stories, Aditya juga mengungkapkan bahwa pihaknya sedang berupaya mencari tahu identitas orang-orang yang melakukan penyerangan. Ia ingin pelaku dapat diidentifikasi sehingga kasus tersebut bisa ditindaklanjuti melalui jalur yang semestinya.

“Dari perspektif manapun kejadian semalam jelas salah. Kami sedang terus mengidentifikasi siapa yang melakukan,” tulis Aditya.

Meski berjanji membantu mengidentifikasi pelaku, Aditya menegaskan bahwa penanganan perkara tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang untuk mengusut kejadian tersebut.

“Untuk selanjutnya, kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada yang berwenang,” lanjutnya.

Aditya juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang menimpa rombongan tim muda Maung Bandung.

“Mohon maaf atas apa yang terjadi,” tutupnya.

Bus Hancur, Barang-barang Rombongan Persib Ikut Dijarah

Sebelumnya, rombongan Persib Bandung EPA U-18 mengalami kejadian tidak menyenangkan saat berada di Rest Area KM 360 Batang, Minggu malam, sekitar pukul 21.30 WIB.

Sekelompok orang tidak dikenal dilaporkan menyerang bus yang mengangkut para pemain dan ofisial. Akibatnya, kendaraan tersebut mengalami kerusakan parah.

Dampak insiden itu tidak hanya menyasar kendaraan. Sejumlah koper milik pemain dan ofisial Persib U-18 juga dilaporkan dijarah.

Situasi di rest area tersebut turut menyebabkan dua personel Persib, yakni Media Officer Pandu Persada dan pemain akademi Ridwan, sempat terpisah dari rombongan ketika berada di area toilet.

Informasi awal menyebutkan keduanya berpapasan dengan rombongan suporter Persija Jakarta yang sedang dalam perjalanan pulang setelah mendukung timnya bertanding di Yogyakarta. Namun, pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut masih perlu dipastikan melalui penyelidikan.

Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa rivalitas Persija dan Persib seharusnya tidak berujung pada kekerasan. Apalagi, serangan kali ini menyasar rombongan pemain akademi yang tengah meniti karier di dunia sepak bola.

Kini, pengungkapan identitas pelaku menjadi salah satu hal yang dinantikan agar kasus penyerangan bus Persib U-18 dapat dituntaskan sesuai hukum yang berlaku. (mua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *