JAKARTA – Provinsi Kalimantan Timur menjadi lokasi baru untuk Ibu Kota Nusantara atau IKN. Para pemuda daerah tersebut jadi punya tantangan besar, untuk bersaing di banyak aspek.
Satu di antara persaingan yang harus dihadapi adalah menjadi wirausahawan atau entrepreneur. Hal itu seperti disampaikan Menpora Zainudin Amali, dalam kuliah umum penumbuhan minat kewirausahaan.
Acara itu berlangsung di Hotel Mercure, Samarinda. Diselenggarakan secara hybrid pada Kamis (7/4).
“Untuk Kalimantan Timur saya kira satu potensi yang luar biasa karena sudah ditetapkan menjadi Ibukota Negara Nusantara. Ini banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para pemuda, tentu yang paling diprioritaskan adalah mereka yang ada di sekitar kawasan Ibu Kota Negara,” kata Menpora ZA.
Menpora lantas mengingatkan kalau para pemuda di Kaltim tidak siap atau menyiapkan diri dengan baik, maka peluang menjadi wirausahawan bisa banyak diisi pemuda dari daerah lain. Mereka akan menjadi pendatang yang siap bersaing.
“Pak Presiden Joko Widodo sudah mendorong supaya masyarakat Kalimantan Timur bersiap, siap mental, siap fisik, siap dengan kreativitas, bagaimana mengisi kegiatan-kegiatan yang ada dalam Ibukota Negara yang Insya Allah akan segera terwujud, salah satunya adalah dengan menjadi jadi entrepreneur, wirausahawan dengan berbagai usaha-usaha yang akan menopang kebutuhan dari Ibukota,” kata Menpora ZA.
“Sehingga masyarakat yang ada di Kalimantan Timur benar-benar merasakan kehadiran atau ditetapkannya Ibukota Negara Nusantara di Kalimantan timur,” jelasnya.
Untuk membantu pemuda di Kaltim, Menpora mengungkapkan Kemenpora punya banyak program prioritas, untuk menumbuhkan minat kewirausahaan di kalangan pemuda.
Peran pemuda benar-benar harus dimaksimalkan, karena Indonesia mendapatkan bonus demografi, saat usia produktif akan lebih banyak dibandingkan usia lainnya.
“Bahkan sekarang sudah mulai kita rasakan, dalam bonus demografi ini usia terbanyaknya adalah kaum muda kita, para pemuda bahkan pemuda dalam struktur populasi penduduk Indonesia itu sekitar 25 persen kurang lebih dari jumlah penduduk Indonesia,” kata Menpora ZA.
Dikatakan Menpora Amali, salah satu ukuran kemakmuran suatu negara yakni seberapa besar masyarakat yang bergerak di bidang kewirausahaan.
Negara yang makmur memiliki jumlah wirausahawan sekitar 5 persen dar jumlah populasi. Sementara Indonesia masih sekitar 3 persen.
Acara ini turut dihadiri Anggota DPR Daerah Pemilihan Kaltim yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudia. Ia tampil sebagai keynote speech.
Kemudian ada juga Wakil Wali Kota Samarinda Dr. H. Rusmadi Wongso, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Dr. H. M. Asrorun Ni’am, S.Ag., M.A, dan Asisten Deputi. Kewirausahaan Pemuda Drs. Imam Gunawan, MAP.*(WAH)
