JAKARTA – Risiko menjadi petinju adalah pendarahan otak karena terkena pukulan. Sudah banyak petinju yang menjadi korban dari risiko cedera tersebut.
Terbaru adalah Hero Tito yang meninggal dunia pada Kamis (3/3). Ia mengalami pendarahan otak pada ronde ke-10, dalam duel melawan James Mokoginta, di Holywings Gatsu V, Jakarta, Minggu lalu.
Selama lima hari berjuang melawan pendarahan otak sampai dioperasi, ternyata tidak mampu menyelamatkan nyawanya. Jenazah Hero Tito sudah dimakamkan di Malang, Jumat (4/3).
Duel melawan James Mokoginta merupakan perebutan gelar lowong ATI di kelas ringan 61,2 kg. James Tito pun menang TKO.
Hero Tito pertama kali turun ke ring tinju profesional pada 28 Februari 2004. Ia sudah bertarung 48 kali dengan 29 kemenangan dan 2 kali imbang.
Partai Hero Tito vs James Mokoginta merupakan ulangan pada 6 Mei 2015. Kala itu Hero Tito dalam pertarungan di DBL Arena menang poin atas James Mokoginta.*(WAH)
