Ketua Umum MUI Mengundurkan Diri, Berikut Alasan Detailnya

KH Miftachul Akhyar

JAKARTA – Raim Aam PBNU Miftachul Akhyar mengungkapkan telah mengirim surat mengundurkan diri dari posisi Ketua Umum MUI, atau Majelis Ulama Indonesia.

“Saat ahlul halli wal aqdi Muktamar NU menyetujui penetapan saya sebagai Raim Aam, ada usulan agar tidak merangkap jabatan,” kata KH Miftachul Akhyar.

“Saya langsung jawab sami’na wa atha’na. Jawaban itu bukan karena usulan, apalagi tekanan,” Pak Kyiai menambahkan.

KH Miftachul Akhyar lantas bercerita kalau sejak akhir 2020 diminta menjadi Ketua Umum MUI. Permintaan itu dibarengi dengan meyakinkan hati.

“Semua saya keberatan, tapi kemudian takut jadi orang pertama yang berbuat bid’ah di dalam NU. Karena selama ini Raim Aam PBNU selalu menjabat Ketua Umum MUI,” ujarnya.

Namun sekarang menurutnya bid’ah itu sudah tidak ada lagi. Karena ada komitmen di hadapan majelis ahlul halli wal aqdi.

Terus bagaimana organisasi MUI menyikapi surat pengunduran diri Raim Aam tersebut?

“Surat sudah kami terima. Selanjutnya MUI akan merespons sesuai peraturan dan ketentuan dalam internal organisasi,” kata Salahuddin Al-Aiyub, Ketua Badan Pembinaan dan Pengembangan Organisasi MUI.*(WAH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *