JAKARTA – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat tidak mengandalkan antibodi alamiah. Hal itu untuk mencegah penularan COVID-19.
“Kita tidak mungkin bergantung pada antibodi alamiah yang terbentuk dari infeksi Covid-19. Karena risikonya terhadap pasien dan sistem kesehatan nasional sangat besar,” katanya dalam keterangan, Sabtu (19/3).
Diungkapkannya vaksinasi tetap diperlukan untuk membentuk antibodi, demi mencegah virus berbahaya tesebut.
Dia lalu mengutip hasil survei serologi (Sero) antibodi penduduk Indonesia yang menyebutkan 86.6 persen populasi Indonesia telah memiliki antibodi terhadap Covid-19 usai divaksin.
Penelitian itu disebut Nadia membuktikan vaksin menambah proteksi terhadap gejala berat dan risiko kematian akibat Covid-19.
Proteksi maksimal juga didapatkan masyarakat yang sudah divaksinasi dosis tiga atau booster.
“Vaksinasi lengkap ditambah booster menjadi faktor penting untuk menciptakan proteksi tambahan bagi masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Sebelumnya Menkes Budi Gunadi Sadikin optimistis masyarakat Indonesia yang kebal terhadap Covid-19 terus bertambah. Hal ini seiring dengan meningkatnya angka vaksinasi.
“Seiring dengan masih dilakukannya vaksinasi COVID-19, maka jumlah penduduk yang memiliki kekebalan terhadap terhadap vaksin akan semakin bertambah,” tuturnya.*(WAH)
