JAKARTA – Jubir Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat Yerry Tawajulan mengusulkan agar ada pengendalian harga minyak goreng.
“Jadi ada empat hal yang perlu dilakukan, guna menekan harga minyak goreng,” kata Yerry Tawajulan.
Hal pertama adalah 25 persen total produksi crude palm oil atau CPO, harus dijual di dalam negeri. Itu mengikuti harga eceran tertinggi atau HET yang ditetapkan pemerintah.
Kemudian yang kedua adalah sisanya atau 75 persen produksi CPO bisa mengikuti harga pasar. Berikutnya yang ketiga pemerintah perlu tegas mengendalikan harga CPO, karena harganya memang sangat tinggi.
“Kalau tidak dikendalikan akan sulit untuk membuat harga minyak goreng turun,” ujar Yerry Tawajulan.
Terakhir hal keempat adalah membuat kebijakan yang tidak merugikan pengusaha dan produsem CPO. Itu karena keuntungan dari kelapa sawit sangat tinggi, akibat kenaikan harga. Padahal biaya produksi tetap sama.
“Partai Perindo sangat berpihak kepada rakyat kecil. Kami tidak rela melihat perusahaan kelapa sawit panen luar biasa, tapi di sisi lain rakyat susah,” tutur Yerry Tawajulan.
Disebutkannya paling penting dari kebijakan itu ditetapkan, karena biaya hidup masyarakat meningkat. Sementara daya beli masih rendah karena terdampak pandemi.*(WAH)
