Lebaran Tahun ini Berpeluang Besar Tidak Ada Perbedaan

Hilal

JAKARTA – Matawarta : Kalender Hijriyah sangat penting buat umat Islam. Sebab penanggalan tersebut menentukan hitungan hari dan bulan. Termasuk menentukan kapan puasa 1 Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal.

Bulan Hijriyah juga dikenal dengan Qomariyah. Perhitungan bulan itu didasarkan kepada keteraturan peredaran bulan dalam mengelilingi bumi dan bumi bersama bulan dalam mengelilingi matahari.

Di Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjadi institusi pemerintah yang salah satu tupoksinya adalah memberikan pelayanan tanda waktu dan posisi bulan dan matahari.

BMKG memberikan pertimbangan secara ilmiah kepada stake holder (Kementerian Agama, dan lain-lain) dalam penentuan awal bulan hijriyah.

Selain memberikan informasi data-data Hilal hasil hisab (perhitungan), BMKG juga melaksanakan rukyat (observasi) hilal di 30 lokasi di Indonesia yang dapat disaksikan secara online (Live Streaming) di kanal www.bmkg.go.id/hilal setiap bulan.

Untuk penentuan awal bulan Syawal 1443 H, BMKG menyampaikan informasi data-data Hilal (hasil Hisab) saat Matahari terbenam, yang dapat digunakan juga dalam pelaksanaan Rukyat (Observasi) Hilal.

Terkait penentuan 1 Syawal 1443 H, BMKG memprediksi ketinggian hilal saat matahari terbenam pada 1 Mei 2022 berkisar antara 3,79 derajat di Merauke, Papua, sampai dengan 5,57 derajat di Sabang, Aceh.

Dengan begitu Ramadan 1443 H hanya berlangsung 29 hari. Sehingga kemungkinan besar 1 Syawal tahun ini jatuh pada 2 Mei 2022. Artinya ada kemungkinan Lebaran di Indonesia akan bersama-sama.

Namun semua itu masih menunggu pengamatan rukyatul hilal yang digelar Kementerian Agama pada 1 Mei 2022.*(WAH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *