Nama-nama Baru Jalanan di Jakarta, dari Mpok Nori hingga Tino Sidin

Peresmian nama jalan baru di Jakarta

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan puluhan nama baru jalanan Jakarta. Nama-nama itu diambil dari tokoh Betawi.

Peresmian ini dilakukan dalam acara budaya di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta, Senin (20/6/2022). Perubahan nama jalan ini sudah dipersiapkan sejak Oktober tahun lalu.

Gubernur Aniea menilai para tokoh Betawi yang menjadi nama di jalan-jalan Jakarta, sudah melalui pertimbangan dan analisis yang matang. Sehingga tidak ada tokoh Betawi yang masih tersisa, yang tidak menjadi nama jalan di Jakarta.

“Tokoh Betawi yang punya peran di masa lalu, memiliki dampak terhadap perjalanan kehidupan Jakarta dan Indonesia. Mereka adalah pribadi yang dikenang karena telah memberikan manfaat bagi sesama,” kata Gubernur Anies.

Berikut adalah daftar tokoh Betawi yang jadi nama baru berbagai jalan di Jakarta,

o Jalan Entong Gendut (sebelumnya Jalan Budaya)

o Jalan Haji Darip (sebelumnya Jalan Bekasi Timur Raya)

o Jalan Mpok Nori (sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus)

o Jalan Haji Bokir (sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede)

o Jalan Raden Ismail (sebelumnya Jalan Buntu)

o Jalan Rama Ratu Jaya (sebelumnya Jakan BKT Sisi Barat)

o Jalan Roim Sa’ih (sebelumnya Bantaran Setu Babakan Barat)

o Jalan KH Ahmad Suhaimi (sebelumnya Bantaran Setu Babakan Timur)

o Jalan Mahbub Djunaidi (sebelumnya Jalan Srikaya)

o Jalan KH. Guru Anin (sebelumnya Jalan Raya Pasar Minggu sisi utara)

o Jalan Hj. Tutty Alawiyah (sebelumnya Jalan Warung Buncit Raya)

o Jalan A. Hamid Arief (sebelumnya Jalan Tanah Tinggi 1 Gang 5)

o Jalan H. Imam Sapi’ie (sebelumnya Jalan Senen Raya)

o Jalan Abdullah Ali (sebelumnya Jalan SMP 76)

o Jalan M. Mashabi (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Utara)

o Jalan HM. Shaleh Ishak (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Selatan)

o Jalan Tino Sidin (sebelumnya Jalan Cikini VII)

o Jalan Mualim Teko (sebelumnya Jalan Depan Taman Wisata Alam Muara Angke)

o Jalan Syekh Junaid Al Batawi (sebelumnya Jalam Lingkar Luar Barat)

o Jalan Guru Ma’mun (sebelumnya Jalan Rawa Buaya)

o Jalan Kyai Mursalin (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang)

o Jalan Habib Ali Bin Ahmad (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang)

o Kampung MH Thamrin (sebelumnya bernama Zona A)

o Kampung KH. Noer Ali (sebelumnya bernama Zona Pengembangan)

o Kampung Abdulrahman Saleh (sebelumnya bernama Zona B)

o Kampung Ismail Marzuki (sebelumnya bernama Zona C)

o Kampung Zona Embrio (sebelumnya bernama Zona Embrio)

o Gedung Kisam Dji’un (sebelumnya Gedung PSBB Jaktim)

o Gedung H. Sa’aba Amsir (sebelumnya Gedung PSBB Jaksel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *