JAKARTA – matawarta.com : RAPBN tahun 2023 akan dirancang dengan menjaga fleksibilitas. Hal ini untuk mengelola gejolak perekonomian dan ketidakpastian global yang terjadi.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, atas arahan dari Presiden Joko Widodo. Kepala Negara berpesan agar APBN dijaga, supaya tetap kredibel dan sehat.
“APBN 2023 harus didesain agar mampu menjaga fleksibilitas dalam gejolak. Ini disebut sebagai shock absorber,” kata Menkeu.
Menkeu menjelaskan pada 2022 dunia diproyeksikan mengalami perlemahan pertumbuhan ekonomi. Padahal inflasinya meningkat pesat.
Maka itu Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi ekonomi global. Dari 3,6 persen menjadi 3,2 persen untuk tahun ini. Kemudian 3,6 persen menjadi 2,9 persen untuk 2023.
“Ini artinya lingkungan global melemah, sementara tekanan inflasi justru meningkat,” ucap Menkeu.
Menkeu bersama Gubernur Bank Indonesia terus meramu kebijakan fiskal dan moneter yang fleksibel. Terus pada saat yang sama juga efektif dan kredibel.*(WAH)
