Flores Timur – Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meletus pada Minggu (10/11/2024). Pos Pemantau Gunung Api Lewotobi Laki-Laki mencatat gunung setinggi 1.584 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu meletus sebanyak lima kali sejak Minggu (10/11/2024) siang.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Albertus Galih Prasida Kastawa menyebutkan lima letusan tersebut terjadi dalam rentang pukul 12.00-18.00 Wita. Menurutnya, tinggi kolom abu sekitar 1.000-1.500 meter dengan warna asap kelabu.
“Aliran lava arah timur laut sejauh 4.340 meter dari pusat erupsi,” kata Albertus dalam keterangan tertulisnya, Minggu malam
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan jumlah pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT, bertambah menjadi 12.200 jiwa hari ini dari yang awalnya di angka 11.445 pengungsi.
Juru bicara BNPB, Abdul Muhari mengatakan tempat pengungsian yang tersedia sudah tidak mampu menampung jumlah korban. Untuk itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya memperluas sebaran tempat pengungsian.
“Sebanyak 1.049 warga dari tujuh desa sudah mulai menempati pengungsian di SD Katolik Etobi sejak Sabtu (9/11) pagi,” katanya kepada Antara.
Pihak berwenang telah menetapkan radius berbahaya sembilan kilometer di sektor barat daya-barat laut, dan sisanya tujuh kilometer dari puncak kawah.
Pemerintah telah mengeluarkan bantuan berupa paket sembako, paket makanan anak termasuk peralatan dapur keluarga, selimut, matras, tenda, genset serta toilet mudah alih (portabel).
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengeklaim bantuan untuk pengungsi ini cukup hingga sepekan ke depan.
“Saat ini bufferstock (pasokan barang) logistik yang ada masih cukup untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi hingga sepekan ke depan. Jika masih kurang maka bantuan juga segera kami kirim ke lokasi,” kata pria yang disapa Gus Ipul.
Nilai bantuan yang digelontorkan sejauh ini mencapai Rp3,14 miliar.
Sejauh ini, aktivitas masyarakat dilakukan dengan segala keterbatasannya, sebagaimana anak-anak harus mengadakan kegiatan pembelajaran di tenda-tenda.
