Warga Baduy Diminta Tahan Diri ke Jakarta Usai Kasus Begal Repan

Matawarta.com, JAKARTA– Komunitas Baduy kembali jadi sorotan setelah insiden pembegalan yang menimpa Repan (16), warga Baduy Dalam, saat berjualan madu di kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Peristiwa itu langsung membuat pemerintah Desa Kanekes dan para tokoh adat mengambil langkah cepat.

Sekretaris Desa Kanekes, Medi, mengungkapkan untuk sementara waktu warga Baduy diminta membatasi aktivitas berdagang ke Jakarta.

“Kami imbau agar penjualan madu difokuskan dulu di wilayah Banten,” ujarnya di Rangkasbitung.

Imbauan ini bukan tanpa alasan. Selain menunggu proses hukum, warga Baduy yang biasanya berjualan seorang diri dinilai lebih rentan menjadi korban kejahatan di ibu kota. Karena itu, pemerintah desa bersama tokoh adat mulai menyusun aturan baru bagi para pedagang madu.

Ke depan, warga Baduy yang hendak berdagang ke Jakarta diminta berangkat secara berkelompok, bukan sendirian. Selain itu, perjalanan malam hingga dini hari akan dilarang demi mengurangi risiko.

“Peluang kejahatan di malam hari dua kali lebih besar dibanding siang,” kata Medi.

Medi juga memastikan Repan kini sudah kembali ke Kampung Cikeusik, Baduy Dalam. Pihak adat berharap kepolisian segera mengungkap pelaku dan memastikan keamanan warga Baduy yang mencari nafkah di luar kampung.

“Kami berharap kejadian ini jadi yang terakhir,” tegasnya. (paz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *