Antisipasi Kemacetan, Angkot Trayek Puncak Diliburkan Selama Lima Hari

Matawarta.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuat langkah tegas demi mengurai kemacetan horor di jalur Puncak saat libur Lebaran 2026. Selama lima hari, seluruh angkutan kota (angkot) di sejumlah trayek utama menuju kawasan wisata itu diputuskan stop total beroperasi.

Kebijakan ini bukan tanpa kompensasi. Sekitar 2.000 lebih sopir angkot disiapkaspn bantuan Rp1 juta per orang sebagai selama masa penghentian operasional.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bahkan menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis di Mako Polres Bogor.

“Langkah ini diambil supaya kepadatan kendaraan di Puncak bisa ditekan saat libur Lebaran,” tegas Dedi.

Penghentian operasional berlaku pada 22, 23, 24, 27, dan 28 Maret, menyasar tiga trayek utama dengan total ratusan armada. Pemerintah memastikan dana kompensasi sudah ditransfer langsung ke rekening sopir melalui Bank BJB.

Petugas Dishub dan kepolisian juga bakal turun langsung mengawasi. Angkot yang nekat tetap beroperasi di jalur tersebut siap-siap ditilang.

Selain itu, ratusan personel lalu lintas disiagakan untuk mengatur arus kendaraan dan mencegah Puncak kembali lumpuh oleh lonjakan wisatawan saat musim mudik dan liburan Lebaran. (mua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *