Matawarta.com, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah RI mengambil langkah antisipatif menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Pemerintah meminta masyarakat Indonesia yang telah merencanakan keberangkatan umrah dalam waktu dekat untuk menunda perjalanan hingga situasi regional dinilai benar-benar aman.
Langkah ini diambil setelah pecahnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan militer tersebut memicu aksi balasan dan meningkatkan kewaspadaan sejumlah negara di kawasan Teluk, termasuk Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan keselamatan warga negara Indonesia menjadi prioritas utama pemerintah.
“Kami meminta calon jemaah untuk bersabar dan menunda keberangkatan sementara waktu. Situasi keamanan masih dinamis dan terus kami pantau,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Minggu (1/3/2026).
Menurut Dahnil, imbauan ini bersifat preventif agar jemaah tidak menghadapi kendala perjalanan akibat perubahan rute penerbangan, penutupan wilayah udara, atau dampak keamanan lainnya.
Sementara itu, pemerintah memastikan jemaah umrah yang saat ini telah berada di Arab Saudi dalam kondisi terpantau. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), tercatat sekitar 58.873 jemaah Indonesia masih menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan perwakilan Indonesia di Arab Saudi.
“Kami minta seluruh jemaah tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari PPIU maupun perwakilan pemerintah. Jangan terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya,” katanya.
Beberapa maskapai penerbangan dilaporkan melakukan penyesuaian jadwal dan rute penerbangan. Jika terjadi penundaan kepulangan, maskapai disebut telah menyiapkan fasilitas akomodasi sementara. Pemerintah Arab Saudi juga disebut memberikan dukungan dalam hal perpanjangan visa apabila diperlukan.
Di tengah situasi yang berkembang, Kementerian Haji dan Umrah memastikan tahapan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 tetap berjalan sesuai jadwal. Hingga saat ini, belum ada indikasi gangguan signifikan terhadap perencanaan haji. (mua)
