Matawarta.com, JAKARTA – Persija Jakarta menyalakan targetnya di sisa kompetisi Super League 2025/26. Macan Kemayoran menegaskan tak ada lagi ruang untuk kesalahan jika ingin menyalip rival dan mengunci gelar juara.
Saat ini Persija masih bertengger di peringkat ketiga dengan 51 poin hingga pekan ke-25. Mereka terpaut enam angka dari Persib Bandung di puncak klasemen (57 poin) serta dua poin dari Borneo FC Samarinda yang menempati posisi runner-up dengan 53 poin.
Selisih tersebut memang belum menutup peluang, namun tekanan jelas semakin besar.
Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, mengungkapkan manajemen sudah melakukan berbagai simulasi untuk membaca peta persaingan hingga akhir musim. Ia memprediksi perebutan gelar bakal berlangsung dramatis sampai pekan terakhir.
“Kami sudah membuat hitung-hitungan. Bisa saja di pekan ke-34 nanti jarak poin sangat tipis, mungkin hanya satu atau dua angka. Tapi ini masih perkiraan, semuanya bisa berubah,” ujar Bepe dalam agenda Ngopi Bareng Persija.
Legenda hidup Macan Kemayoran itu juga melontarkan ultimatum keras kepada skuad. Menurutnya, satu kekalahan saja bisa menjadi bencana besar bagi mimpi juara.
“Artinya jelas, Persija tidak boleh terpeleset lagi. Tidak boleh kalah dalam situasi apa pun kalau mau tetap bersaing di jalur juara,” tegasnya.
Ambisi besar itu diperkuat dengan langkah transfer agresif. Persija mendatangkan tujuh amunisi baru demi menambah daya gedor dan kedalaman skuad. Tiga pemain diaspora yakni Mauro Zijlstra, Cyrus Margono, dan Shayne Pattynama direkrut bersama Fajar Fathurrahman sebagai pemain lokal murni.
Selain itu, tiga legiun asing Jean Motta, Alaaeddine Ajaraie, dan Paulo Ricardo turut disiapkan menjadi senjata baru.
Bepe menegaskan fokus tim kini hanya satu: menang, menang, dan terus menang tanpa memikirkan hasil tim lain.
“Kami masih punya peluang. Syaratnya cuma satu, jangan sampai terpeleset. Kalau bisa menyapu bersih semua laga, itu yang akan membuka jalan menuju gelar,” pungkasnya. (paz)
