Matawarta.com, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, melontarkan kritik keras terhadap wacana perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Sekolah Indonesia di Jeddah, Arab Saudi. Politikus PDIP itu meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, untuk tidak terburu-buru menggulirkan ide baru sebelum berbagai persoalan MBG di dalam negeri diselesaikan.
Menurut Charles, fokus pemerintah seharusnya tertuju pada pembenahan tata kelola program yang masih menuai banyak catatan. Ia menilai pengawasan, koordinasi, hingga kontrol kualitas pelaksanaan MBG di Indonesia masih jauh dari kata ideal.
“Jangan dulu bicara ekspansi ke luar negeri jika pelaksanaan di dalam negeri masih berantakan. Yang dibutuhkan sekarang adalah memperbaiki manajemen program, bukan memperluas jangkauannya,” tegas Charles, Selasa (2/6/2026).
Ketua DPP PDIP itu juga mengingatkan ukuran keberhasilan MBG bukan terletak pada luasnya cakupan wilayah atau besarnya anggaran yang digelontorkan. Menurutnya, kualitas makanan, kandungan gizi, dan efektivitas pengawasan jauh lebih penting untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
Charles bahkan mempertanyakan kesiapan pemerintah mengawasi program yang dijalankan ribuan kilometer dari Indonesia apabila pengawasan di dalam negeri saja masih menghadapi berbagai kendala.
“Jangan sampai yang diekspor justru masalahnya. Rapikan dulu sistemnya, perkuat pengawasannya, dan benahi kontrol kualitasnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan peluang menghadirkan program MBG di Sekolah Indonesia Jeddah setelah melihat langsung antusiasme para siswa di sana. Dalam kunjungannya, Dadan menyebut terdapat sekitar 1.081 anak pekerja migran Indonesia yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Dadan mengaku banyak siswa berharap bisa merasakan program MBG seperti yang saat ini dijalankan di Indonesia. Karena itu, ia berencana melaporkan usulan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto untuk dipertimbangkan lebih lanjut. (mua)
