Herdman Soroti Perubahan Besar Timnas Indonesia, Lini Serang dan Set Piece Makin Mematikan

Matawarta.com, JAKARTA- Timnas Indonesia mulai menunjukkan wajah baru di bawah arahan John Herdman. Jika sebelumnya kekuatan Skuat Garuda lebih banyak bertumpu pada organisasi pertahanan, kini sektor penyerangan dan efektivitas bola mati menjadi aspek yang paling mencuri perhatian sang pelatih.

Perkembangan itu terlihat dalam dua laga FIFA Matchday Juni 2026. Setelah mengalahkan Oman dengan skor 3-0, Timnas Indonesia kembali meraih hasil positif dengan menundukkan Mozambik 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Herdman menilai timnya mengalami kemajuan signifikan dalam menciptakan peluang. Menurut dia, para pemain depan kini mampu membangun kombinasi yang lebih baik sehingga serangan Indonesia terlihat lebih hidup dan berbahaya dibanding sebelumnya.

Pelatih berusia 50 tahun tersebut secara khusus menyoroti peningkatan kualitas saat menghadapi situasi bola mati. Dalam beberapa pertandingan terakhir, Indonesia dinilai lebih mampu memberikan tekanan kepada lawan melalui tendangan bebas maupun sepak pojok.

Selain itu, chemistry antarpemain di lini depan juga terus berkembang. Herdman melihat kerja sama para penyerang semakin padu, membuat Timnas Indonesia lebih mudah menciptakan peluang bersih di area pertahanan lawan.

“Hal lain yang saya lihat selama rangkaian laga ini adalah peningkatan dalam situasi bola mati. Kami lebih berbahaya dalam set piece. Kami juga melihat kreativitas dan chemistry yang lebih baik dari trio lini depan secara konsisten,” kata Herdman.

Menurut mantan pelatih Timnas Kanada itu, peningkatan daya gedor memang menjadi fokus utama tim selama agenda FIFA Matchday kali ini. Evaluasi dari laga melawan Bulgaria menjadi titik awal perubahan tersebut karena saat itu Indonesia mampu mengendalikan permainan, tetapi kurang efektif dalam menciptakan ancaman.

Kini, Herdman melihat perubahan yang cukup jelas. Indonesia tak hanya mampu menguasai pertandingan, tetapi juga lebih tajam dalam memanfaatkan peluang yang tercipta.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi kerja keras lini belakang yang menjadi fondasi permainan tim. Bagi Herdman, keseimbangan antara pertahanan yang kokoh dan serangan yang produktif menjadi kunci agar Timnas Indonesia terus berkembang.

“Dalam dua pertandingan terakhir ini para pemain terlihat jauh lebih berbahaya bagi lawan,” ujar Herdman. (paz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *