Matawarta.com, JAKARTA – John Herdman punya alasan kuat di balik keputusannya menurunkan 11 pemain keturunan sejak menit pertama saat Timnas Indonesia menghadapi Singapura. Pelatih asal Inggris itu menilai seluruh pemain tersebut datang dengan kemauan, keberanian, dan komitmen untuk memperjuangkan Merah Putih.
Keputusan Herdman langsung menjadi sorotan karena tidak ada satu pun pemain kelahiran Indonesia yang masuk starting XI Timnas Indonesia pada laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (25/9/2026).
Maarten Paes menjadi pilihan di posisi penjaga gawang. Tiga bek diisi Kevin Diks, Elkan Baggott, dan Justin Hubner.
Di lini tengah, Herdman memainkan Joey Pelupessy, Calvin Verdonk, Dean James, serta Luke Vickery. Sedangkan Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Mitchell Baker dipercaya menjadi trio di lini depan.
Herdman menilai tidak ada alasan untuk mempermasalahkan latar belakang para pemain tersebut. Mereka telah dinaturalisasi dan memilih untuk memperkuat Indonesia.
“Ini adalah susunan pemain yang ingin mewakili negara ini. Mereka bersedia naik pesawat, bekerja keras, melakukan tekel 50-50, serta bermain dengan semangat, keberanian, dan hati,” ujar Herdman.
Dia menilai status pemain lokal maupun keturunan tidak seharusnya menjadi pembeda. Ia ingin semua pemain yang memperkuat Timnas Indonesia dipandang sebagai satu kesatuan.
“Menurut saya tidak ada pemain lokal, tidak ada diaspora. Kami adalah orang Indonesia,” tegasnya.
Herdman menilai para pemain tersebut sudah menunjukkan kesediaan untuk membawa nama Indonesia. Mereka menyanyikan lagu kebangsaan, mengenakan lambang Garuda, dan berjuang di lapangan dengan tujuan yang sama.
“Kami mewakili bendera, menyanyikan lagu kebangsaan, dan selalu berdiri bersama,” lanjut Herdman.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan Herdman agar perdebatan mengenai pemain lokal dan diaspora tidak lagi menjadi fokus utama.
“Ini adalah pola pikir yang harus kami ubah. Kami harus mengubah pola pikir tersebut. Orang-orang ini sekarang adalah bagian dari Indonesia. Mereka senang bermain untuk Anda,” katanya.
Memasuki babak kedua, Herdman baru memasukkan pemain kelahiran Indonesia, yakni Rayhan Hannan dan Rizky Ridho.
Sementara tiga pemain kelahiran Indonesia lainnya, Nadeo Argawinata, Egy Maulana Vikri, dan Rizky Eka Pratama, tidak mendapatkan menit bermain.
Herdman pun menegaskan pemain seharusnya dinilai dari perjuangannya ketika berada di lapangan, bukan dari asal-usulnya.
“Ketika mereka mulai menghindari tekel, ketika mereka berhenti berlari dalam pertandingan, barulah Anda bisa mengajukan pertanyaan tersebut,” ujarnya. (mua)
