Matawarta.com, MALANG – Kekalahan telak 1-5 dari Persija Jakarta menjadi pukulan telak bagi Arema FC. Tak ingin terus terpuruk, manajemen Singo Edan akhirnya memutuskan mengakhiri kerja sama dengan pelatih Marcos Santos pada Jumat (23/10/2026).
Hasil buruk tersebut memperpanjang puasa kemenangan Arema menjadi lima pertandingan beruntun di Super League 2026/2027. Kemenangan 4-0 atas Isen Mulang Kalteng FC pada laga pembuka, 4 September lalu, menjadi satu-satunya hasil positif yang diraih Arema FC sejauh ini.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menegaskan keputusan tersebut diambil setelah melalui evaluasi menyeluruh. Menurutnya, tim membutuhkan perubahan untuk keluar dari tren negatif.
“Lima laga tanpa kemenangan menjadi indikator penting bahwa tim butuh momentum dan ruang refreshment baru,” ujar Yusrinal.
Namun, evaluasi manajemen ternyata tidak semata-mata berkaitan dengan hasil pertandingan. Aspek teknis, kondisi internal, hingga psikologis pemain turut menjadi pertimbangan dalam menentukan masa depan tim.
Sebagai langkah awal pembenahan, Arema menunjuk Andre Caldas sebagai pelatih interim. Ia langsung mendapat tugas mempersiapkan tim menghadapi Dewa United di kandang.
Andre dinilai memahami karakter pemain karena telah berinteraksi intensif dengan skuad Arema. Ia juga mengantongi lisensi kepelatihan A Pro sehingga dianggap memenuhi kualifikasi untuk menangani tim sementara.
Di sisi lain, manajemen masih mencari pelatih kepala definitif yang diharapkan mampu mengangkat performa Singo Edan dan mengembalikan daya saing mereka.
Arema juga memastikan hak-hak kontrak Marcos Santos tetap diselesaikan secara profesional. Manajemen sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada Aremania dan masyarakat Malang Raya atas hasil mengecewakan yang diraih tim. (mua)
