SURAKARTA – matawarta.com : Pembangkit Listrik Tenaga Sampah siap mengalir ke Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Ini setelah PLN menandatangani perjanjian jual-beli tenaga listrik dengan PT Solo Citra Metro Plasma Power.
Perusahaan itu adalah pengelola PLTSa Surakarta. Beroperasi sejak Deaember 2018. Surakarta merupakan satu dari 12 kota yang masuk dalam Perpres nomor 35 tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
Selain Surakarta, kota lainnya adalah DKI Jakarta, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kota Semarang, Surabaya, Makassar, Denpasar, Palembang, dan Manado.
PLTSa di Surakarta itu akan memasok listrik ke sistem Gardu Induk Palur. Dari situ kemudian diatur pembagiannya oleh Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
PLTSa Surakarta memanfaatkan sebagian dari komposisi sampah yang terakumulasi dari TPA Putri Cempo.
TPA Putri Cempo Solo sudah beroperasi sejak 1986. Saat ini menampung sekitar 1,5 juta ton sampah. Ketinggian bukit sampah yang ada di lokasi tersebut sekitar 6-10 meter.
Tapi sampah yang bisa diolah, hanya yang mengandung karbon, seperti sampah organik dan sampah anorganik. Untuk sampah anorganik yang dapat diolah di antaranya sampah plastik, kain, dan karet sintetis.*(WAH)
