JAKARTA – matawarta.com : Kegagalan Timnas U-19 Indonesia lolos dari penyisihan grup Piala AFF U-19 2022 menuai kritik. Tidak seharusnya Indonesia mendapatkan hasil butut di negara sendiri.
Ricky Sebastian Hafiz, salah seorang pengamat sepak bola, melontarkan kritik sudah saatnya PSSI mengganti Shin Tae-yong. Mumpung belum terlambat, karena tahun depan ada Piala Dunia U-20 di Indonesia.
“Merupakan langkah yang cerdas kalau PSSI melakukan evaluasi terhadap Shin Tae-yong. Jangan sampai di Piala Dunia U-20 nanti Indonesia hanya jadi tim hore,” katanya.
Kritik itu disampaikan setelah melihat performa Timnas U-19 di Piala AFF kemarin. Indonesia terhenti di fase grup, dengan finis di peringkat ketiga.
Sebabnya Indonesia saat menghadapi Vietnam dan Thailand, hanya mampu bermain imbang tanpa gol 0-0. Sedangkan Vietnam dan Thailand saat bertemu, hasilnya 1-1. Maka dari head to head produktivitas, Indonesia tertinggal dari dua negara itu.
“Kalau dilihat performa kemarin sangat tidak yakin Timnas U-20 akan bertaring di Piala Dunia. Mainnya tidak efektif,” ujar RSH, sebutan pengamat tersebut.
“Lebih baik pengurus PSSI mengevaluasi STY dan menggantikannya dengan pelatih yang punya kompetensi dan potensi.”
“Sejak Timnas dipimpin STY tidak menunjukkan performa perubahan secara fundamental ke arah yang positif,” katanya.
STY dikatakannya hanya membentuk timnas sebagai predator bagi tim kecil. Namun saat menghadapi lawan selevel, Indonesia sering tidak maksimal.
“Kalau tidak kalah ya seri. Itu tidak ada perubahan signifikan di masa kepemimpinan STY,” tuturnya.*(WAH)
