Tujuh Penambang Tewas dalam Musibah Tanah Longsor di Tambang Emas Bengkayang

Lokasi tambang emas di Bengkayang

BENGKAYANG – matawarta.com : Tujuh penambang emas tewas dan lima lainnya luka-luka, setelah tanah longsor menghantam tambang emas di Kalimantan Barat, Jumat (16/9/2022). Delapan orang juga masih hilang dalam bencana alam yang terjadi di desa Kinande, Kabupaten Bengkayang.

Informasi itu disampaikan Thomas Katihada, pejabat senior Badan Penanggulangan dan Mitigasi Bencana Kabupaten Bengkayang. Tim penyelamat di tempat kejadian menemukan tujuh mayat, dan lima penambang lainnya selamat dari kecelakaan, meski menderita luka-luka.

Pejabat itu mengatakan sekitar 20 penambang bekerja di tambang emas. “Para penambang sedang menggali lubang yang dalam ketika tanah longsor terjadi,” kata Thomas Katihada.

Satu ekskavator dikerahkan di lokasi untuk membantu menghilangkan tanah, kata Eryk Subaryanto, kepala unit operasional kantor pencarian dan penyelamatan Kalbar, kepada Xinhua.

Tanah longsor terjadi pada Kamis malam, tetapi informasi kecelakaan itu diterima oleh petugas penyelamat dari kantor pada Jumat malam, kata Subaryanto.

“Kami mendapat informasi tadi (Jumat) malam, dan langsung menurunkan personel kami di lokasi kejadian,” katanya seraya menambahkan bahwa lokasi tambang berada di daerah terpencil dan fasilitas komunikasi di sana buruk.

Hujan deras terus berlangsung selama berhari-hari di wilayah tersebut, termasuk di area pertambangan, katanya.

Personel militer dan polisi, personel badan penanggulangan dan mitigasi bencana setempat dan penduduk desa juga terlibat dalam misi pencarian dan penyelamatan.*(WAH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *