Matawarta.com, JAKARTA– Kasus korupsi minyak mentah Pertamina sangat mengejutkan publik. Komisi XII DPR akan meminta penjelasan Pertamina terkait kasus yang melibatkan tujuh tersangka tersebut.
“Iya Pertamina selalu berkoordinasi dengan kita, nanti kita panggil, kita perbaiki manajemennya supaya yang kemarin tejadi, tidak terjadi lagi,” ujar Totok Daryanto anggota Komisi XII DPR.
Ia mengaku sangat prihatin dengan kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat Pertamina. Totok menyebut Komisi XII telah melakukan pengawasan, namun tindakan korupsi ini di luar kendali DPR.
“Kita prihatin ada kasus tersangka ini dan tentu ya harus diikuti proses hukum dengan baik, karena kewajiban setiap warga negara mengikuti proses hukum,” tegasnya.
“Ya kita kan pengawasan formal sudah dilakukan komisi dengan semua mitra (termasuk Pertamina), dan kalau terjadi di luar itu memang sudah tugas dari penegak hukum jadi kita tidak mencampuri urusan penegak hukum,” katanya.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018–2023. Kerugian keuangan negara mencapai Rp193,7 triliun.
“Berdasarkan keterangan saksi, keterangan ahli, bukti dokumen yang telah disita secara sah, tim penyidik pada malam hari ini menetapkan tujuh orang sebagai tersangka yang melakukan perbuatan melawan hukum tersebut telah mengakibatkan adanya kerugian keuangan negara sekitar Rp193,7 triliun dengan,” kata Abdul Qohar Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (24/2/2025) malam.
Ketujuh tersangka tersebut:
- Riva Siahaan (Dirut Patra Niaga)
- Sani Dinar Saifuddin (Direktur optimasi PT Kilang Pertamina )
- Yoki Firnandi (Direktur Pertamina Shipping)
- Agus Purwono (VP Feedstock Management PT Pertamina Kilang)
- Dimas Werhaspati (Komisaris PT Jenggala Maritim)
- Gading Ramadan Joede (Komisaris Jenggala Maritim)
- Muhammad Kerry Adrianto Riza (beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa)
