Prabowo Bakal Luncurkan Danantara: Badan Pengelola Investasi


Matawarta.com, JAKARTA– Masyarakat Indonesia kembali dibuat geger dengan rencana Presiden RI Prabowo Subianto membuat Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Apa itu?

BPI Danantara adalah singkatan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, sebuah perusahaan yang berfokus pada investasi dan pengelolaan aset.

Perusahaan ini bergerak dalam berbagai bidang dan berperan dalam mendukung pengembangan ekonomi dan inovasi di Indonesia.

BPI Danantara akan mengelola tujuh BUMN besar di Indonesia yang menguasai berbagai sektor, yaitu Bank Mandiri (Perbankan), Bank Rakyat Indonesia (BRI) – (Perbankan), Bank Nasional Indonesia (BNI) (Perbankan), Pertamina (Energi), PLN – (Energi), Telkom (Telekomunikasi) dan MIND ID (Pertambangan).

Prabowo menyebut pendanaan awal Danantara diproyeksikan sebesar US$ 20 miliar.


“Pendanaan awal di tahun ini akan mencapai 20 miliar dolar AS. Saya rasa ini akan menjadi langkah yang transformatif,” kata Prabowo dalam acara World Governments Summit 2025 secara virtual di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Jumat, 14 Februari 2025, seperti dikutip dari Antara.

“Danantara yang akan diluncurkan pada tanggal 24 Februari, akan menginvestasikan sumber daya alam (SDA) dan aset negara kita ke dalam proyek-proyek berkelanjutan dan berdampak tinggi di berbagai sektor, seperti energi terbarukan, industri hilir, produksi pangan, manufaktur canggih, dan lain-lain,” kata Prabowo. 

Pada kesempatan berbeda, Presiden menjelaskan berdasarkan laporan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dividen BUMN pada 2024 menyentuh angka Rp 300 triliun. Dia pun menginginkan, dari nominal tersebut, sebanyak Rp 200 triliun dikelola oleh Danantara. 

“Beliau (Erick Thohir) mengatakan (kepada saya), Rp 100 triliun sebaiknya Pak, dikembalikan ke BUMN untuk modal kerja selanjutnya. Saya setuju, berarti kita punya Rp 200 triliun, dan ini tidak kita pakai, kita akan investasikan,” ujar Prabowo dalam sambutannya pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di Sentul, Jawa Barat, Sabtu, 15 Februari 2025. 

Adapun Danantara sebagai superholding BUMN diatur dalam Undang-Undang BUMN yang telah ditetapkan dalam rapat paripurna ke-12 Masa Sidang II 2025 pada Selasa, 4 Februari 2025. Beleid tersebut merupakan revisi ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN. 

Ketum Gerindra itu menjelaskan Danantara adalah daya berarti energi atau kekuatan, sedangkan anagata berarti masa depan. Dengan demikian, Danantara memiliki arti energi atau kekuatan untuk tanah air Indonesia. 

“Jadi, artinya, Danantara ini kekuatan ekonomi, dana investasi yang merupakan energi, kekuatan masa depan Indonesia. Kekayaan negara dikelola, dihemat untuk up anak dan cucu kita,” kata Prabowo dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Februari 2025. 

Adapun Danantara diproyeksikan mengelola lebih dari US$ 900 miliar aset dalam pengelolaan atau asset under management (AUM).

Selain itu, Danantara juga berencana untuk memulai sekitar 15 hingga 20 proyek strategis. Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomibmebjadi 8 persen dalam jangk lima tahun.

Kabarnya, Menteri Investasi/BKPM Rosan Roeslani akan menjadi ketua Badan Pengelola Investasi Dana Anagata Indonesia (BPI Danantara). Ia akan menggantikan Muliaman Hadad.
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *