Matawarta.com, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mulai memetakan kekuatan lawan yang akan dihadapi Skuad Garuda pada FIFA ASEAN Cup 2026. Meski Indonesia berada di Grup A, Herdman memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah tim yang dinilainya memiliki kekuatan dan pengalaman.
FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung di Indonesia pada 25 September hingga 5 Oktober 2026. Sebanyak delapan negara ambil bagian di Divisi 1, dengan pertandingan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Stadion Si Jalak Harupat.
Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Sementara itu, Grup B dihuni Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.
Herdman tidak menunjuk satu negara sebagai lawan paling berbahaya bagi Indonesia. Menurutnya, tantangan terbesar justru berasal dari internal tim sendiri, terutama dalam menjaga mentalitas dan standar permainan.
“Saya pikir lawan terberat kami di turnamen ini adalah diri kami sendiri. Tim kami sendiri, mentalitas kami, standar kami sendiri,” ujar Herdman dalam konferensi pers FIFA ASEAN Cup di Jakarta.
Pelatih asal Kanada itu menilai Indonesia memiliki kualitas untuk bersaing selama mampu mempertahankan standar yang telah ditetapkan. Herdman juga meminta para pemain tampil dengan keyakinan dan semangat yang mencerminkan karakter bangsa.
Namun, Herdman tetap mengakui adanya sejumlah tim yang patut diwaspadai. Vietnam, Thailand, dan Malaysia disebutnya memiliki kekuatan tersendiri.
Vietnam, kata Herdman, memiliki organisasi permainan yang sangat baik, disiplin, serta pengalaman yang mumpuni. Sementara Thailand dan Malaysia dinilai mempunyai pemain naturalisasi berkualitas yang bisa menjadi faktor penting dalam turnamen.
“Ada lawan kuat di turnamen ini. Vietnam yang sangat terorganisir. Mereka disiplin. Mereka berpengalaman dan Malaysia, Thailand akan membawa pemain naturalisasi mereka yang berkualitas,” katanya.
Meski demikian, Herdman menegaskan Indonesia tidak boleh terlalu terpaku pada kekuatan lawan. Menurutnya, fokus utama Skuad Garuda adalah memastikan standar permainan dan mentalitas tim tetap terjaga sebelum menghadapi persaingan di turnamen tersebut.
“Buat kita, ini mengenai melawan diri sendiri lebih dulu,” tegas Herdman. (paz)
