Matawarta.com, JAKARTA- Partai puncak Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya dipastikan berlangsung tanpa riuh dukungan suporter di tribun. Meski stadion steril dari penonton, pengamanan tetap diperketat dengan pengerahan 1.284 personel gabungan demi memastikan laga berjalan aman.
Keputusan tersebut diambil setelah panitia menerima rekomendasi dari aparat keamanan. Wakil Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2026 Arya Sinulingga mengatakan hasil koordinasi bersama Polda Bali dan Mabes Polri mengarah pada satu kesimpulan, yakni pertandingan semifinal hingga final lebih aman digelar tanpa kehadiran penonton.
Menurut Arya, pembahasan mengenai aspek keamanan dilakukan sejak panitia memutuskan memindahkan semifinal dan final dari Surabaya ke Bali. Berbagai masukan dari pihak kepolisian dan instansi terkait menjadi dasar pengambilan keputusan.
“Setelah diputuskan mengenai perpindahan, kami koordinasi sebelumnya dengan Polda Bali. Di sana ada koordinasi dan disampaikan juga oleh Polda Bali dan hasil diskusi,” ujar Arya.
Ia menegaskan hasil pembahasan itu kemudian disepakati seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen.
“Hasil diskusi dan pertemuan dengan berbagai pihak eksternal maupun dengan panitia, dengan kesepakatan bersama bahwa penyelenggaraan tanpa dihadiri penonton dan suporter,” katanya.
Langkah tersebut juga dipengaruhi tingginya tensi pertandingan sejak babak semifinal. Saat itu Persib bertemu Persija Jakarta, sedangkan Persebaya menghadapi Arema FC, dua laga yang mempertemukan klub-klub dengan rivalitas panjang sehingga menjadi perhatian serius aparat keamanan.
Meski tribun kosong, pengamanan tidak dikurangi. Sebanyak 1.042 personel Polri, 48 personel TNI, 42 personel dari pemerintah daerah, serta 152 pecalang akan disebar di stadion dan sejumlah titik strategis di sekitar lokasi pertandingan.
Panitia berharap pengamanan berlapis tersebut membuat final Persib melawan Persebaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Kamis (6/8/2026), berlangsung aman dan kondusif hingga peluit panjang dibunyikan. (mua)
