Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengungkap canda, mengapa akhirnya banting setir menjadi pengusaha usai pensiun dari dunia militer. Menurut dia, ada keinginan menjadi Panglima TNI namun langkah itu terhenti.
“Saya pengusaha, pingin jadi Panglima TNI tidak boleh, ya terpaksa, karena pensiun tidak cukup jadi pengusaha,” kata Prabowo alam pidato kuliah umum di Kantor Golkar Institute Jakarta, Kamis (31/8/2023).
Prabowo meyakini, tidak ada salahnya seorang warga negara menjadi pengusaha. Asalkan mereka menjadi pengusaha yang Pancasilais dan berjiwa patriot. Dia pun mencontohkan sejumlah elite Golkar yang tumbuh dan besar sebagai pengusaha, seperti Airlangga dan Aburizal Bakrie (Ical).
“Kita jadi pengusaha Pancasila, pengusaha patriotik mungkin dari penghasilan kita lebih banyak keluar mendukung ini mendukung itu, Pak Airlangga menunggu wushu, Pak Ical juga berapa banyak yang dibina beliau, saya dari dulu Pencak Silat,” ungkap Prabowo.
Artinya, lanjut Prabowo, menjadi pengusaha yang baik adalah bagaimana bisa menafsirkan UUD 1945 Pasal 33 ayat 3 yang berbunyi Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat.
“Jadi maksud saya, kita punya rasa tanggung jawab tapi kompas kita pegangan kita ya tadi Pasal 33,” Prabowo memungkasi.
