Matawarta.com, JAKARTA– Kebijakan Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dikhawatirkan menimbulkan kepentingan politik. Presiden ketujuh Joko Widodo (Jokowi) memberikan saran agar Danantara dikelola oleh profesional yang ahli di bidang investasi.
Hal itu disampaikan Jokowi usai menerima kunjungan Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad di Solo, Jawa Tengah, Rabu (26/2).
“Pengelolaannya diserahkan kepada profesional-profesional yang memiliki expert (keahlian), yang memiliki jam terbang, yang memiliki track record yang baik,” kata Jokowi.
Ia menilai Danantara memiliki tujuan yang baik. Namun, Jokowi enggan berkomentar lebih dalam terkait Danantara tersebut.
“Kalau saya, saya yang melihat bahwa niat membentuk Danantara ini sangat baik, sangat baik,” kata Jokowi.
“Udah, itu aja dari saya mengenai Danantara. Saya ini Bukan Pemerintah,” katanya.
Seperti diketahui, Prabowo meluncurkan Danantara pada Senin (24/2). Danantara akan mengelola aset senilai Rp 15.978 triliun.
