Matawarta.com, JAKARTA– Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta Komisi V DPR untuk mendalami penyebab kecelakaan kapal laut yang belakangan sering terjadi, sebelum memberikan sanksi kepada pihak terkait.
“Jadi, sebelum kemudian kita meminta sanksi atau apapun, sebagai pimpinan DPR, kami sudah minta komisi terkait, dalam hal ini Komisi V, untuk mengecek dulu,” ujar Dasco.
Komisi V harus berbicara dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menemukan penyebab dan masalah di balik banyaknya kecelakaan transportasi laut.
“Dan kemudian mengadakan pembicaraan dengan Kementerian Perhubungan, sehingga kita bisa tahu duduk masalah kenapa hal itu sampai terjadi,” katanya.
Kebakaran terjadi pada Kapal Motor (KM) Barcelona 5 yang sedang berlayar dari Kepulauan Talaud menuju Manado, Sulawesi Utara. Kapal terbakar saat melintasi perairan Pulau Talise, Kabupaten Minahasa Utara.
Akibat kebakaran tersebut, tiga orang meninggal dunia dan ratusan orang panik terjun ke laut untuk menyelamatkan diri.
Masih ingat dalam ingatan, kecelakaan juga dialami KMP Tunu Jaya Pratama yang tenggelam di Selat Bali pada 2 Juli 2025 lalu. Akibat kecelakaan tersebut, 19 orang meninggal dunia.
Setelah melakukan pencarian selama 20 hari, tim SAR memutuskan mengentikan proses pencarian. Dengan demikian, total 16 korban masih hilang.
