Matawarta.com, JAKARTA- Tragedi di Pondok Indah jadi alarm bagi Jakarta. Tak ingin kejadian serupa terulang, Pemerintah Provinsi DKI bergerak cepat: sekitar 5.000 pohon rawan tumbang akan diperkuat penyangga tambahan menjelang musim hujan.
Langkah ini diambil setelah evaluasi cepat yang dipimpin langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ia menegaskan, keselamatan warga adalah prioritas utama.
“Saya minta 5.000 pohon yang dinilai rawan segera diperkuat. Jangan tunggu kejadian berikutnya,” tegas Pramono saat meninjau korban di RS Sumber Waras, Senin (27/10).
Pramono juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan memastikan bantuan, termasuk dukungan asuransi serta proses pemakaman, akan difasilitasi oleh Pemprov.
Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menjelaskan proyek ini akan dilakukan secara bertahap dalam kurun 3 hingga 6 bulan.
“Kami sudah memetakan jenis dan lokasi pohon yang paling berisiko. Jenis seperti palem memang rawan tumbang saat hujan lebat dan angin kencang,” ujarnya, Selasa (28/10).
Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) kini memperbarui data kondisi pohon menggunakan teknologi pemetaan digital (GIS). Tahap awal fokus di kawasan padat aktivitas seperti Pondok Indah, Sudirman-Thamrin, dan sejumlah jalan protokol utama.
Selain itu, Pemprov bekerja sama dengan BMKG untuk memperkuat sistem peringatan dini cuaca ekstrem. Informasi dari BMKG akan menjadi panduan penting bagi petugas lapangan agar bisa bertindak cepat sebelum bahaya terjadi.
Peristiwa di Pondok Indah pada Minggu (26/10) siang menjadi pengingat keras bagi Pemprov dan warga Jakarta. Sebuah pohon palem berdiameter 60 sentimeter dengan tinggi sekitar 15 meter tumbang akibat hujan deras dan angin kencang, menimpa mobil Lexus hitam yang melintas. Pengemudi tewas di lokasi.
Chico menambahkan, insiden ini membuka mata banyak pihak akan pentingnya perawatan rutin dan peremajaan pohon tua di kawasan publik.
“Jakarta punya banyak pohon besar yang sudah puluhan tahun berdiri. Kami ingin memastikan mereka tetap teduh, tapi juga aman,” katanya.
Pemprov DKI berkomitmen menjadikan langkah ini bagian dari program jangka panjang pengelolaan ruang hijau aman dan berkelanjutan.
“Penyangga pohon hanyalah bagian awal. Setelah itu, akan dilakukan pemangkasan, peremajaan, dan pengecekan rutin setiap musim hujan,” ujar Pramono. (mua)
