Matawarta.com, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka untuk membahas laporan strategis sektor energi, mulai dari capaian PNBP, lifting migas, hingga percepatan proyek RDMP Kalimantan Timur yang ditargetkan menopang swasembada energi 2026.
Presiden Prabowo memanggil Bahlil seorang diri ke Istana Merdeka, Kamis (20/11/2025). Dalam unggahan Sekretariat Kabinet terlihat jelas hanya Menteri ESDM itu yang hadir memenuhi panggilan Presiden.
Usai pertemuan, Bahlil menegaskan bahwa ia harus selalu siap melapor kapan pun diminta Presiden.
“Sebagai pembantu Presiden, setiap dipanggil harus siap untuk melaporkan apa yang menjadi tugas,” kata Bahlil, dikutip dari Kompas TV, Jumat (21/11/2025).
Ia memaparkan capaian PNBP energi yang sudah berada di angka 85 persen, serta kabar baik dari sektor hulu, lifting migas akhirnya berada sesuai target.
Bagi Prabowo, laporan ini penting untuk memastikan strategi energi nasional berjalan tepat waktu.
RDMP Kaltim Jadi Proyek Kunci
Isu strategis lain yang dibawa Bahlil adalah kesiapan peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kalimantan Timur. Proyek ini sedang didorong sebagai “mesin besar” bagi transformasi industri kilang Indonesia.
Jika RDMP berjalan sesuai rencana, Indonesia diproyeksikan mencapai swasembada solar dan avtur pada 2026, sesuatu yang selama puluhan tahun hanya menjadi target jangka panjang.
“Kalau RDMP Kaltim diresmikan, insyaallah 2026 kita bisa swasembada,” kata Bahlil.
Pasokan BBM Tetap Terjaga
Di tengah isu SPBU swasta yang mulai menyetop penjualan karena pembatasan impor, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah menjamin pasokan BBM untuk warga tetap aman.
“Tidak ada masalah dengan ketersediaan BBM,” ujarnya. (mua)
