Matawarta.com, JAKARTA – Pemusatan latihan (training camp/TC) Timnas Indonesia pada hari perdana, Selasa (24/3), masih berlangsung dengan skuad yang belum utuh. Dari total 24 pemain yang dipanggil pelatih John Herdman, baru 15 nama yang terlihat mengikuti sesi latihan awal.
Situasi ini rupanya tidak membuat pelatih asal Inggris tersebut gusar. Ia menilai kondisi seperti ini sudah menjadi hal biasa dalam sepakbola internasional, terutama ketika pemain datang dari klub dan kompetisi yang berbeda.
“Ini sangat normal. Dalam sepak bola internasional, pemain selalu datang dengan kondisi fisik dan ritme pertandingan yang tidak sama. Sebagai pelatih, tugas saya adalah menyesuaikan dan menyatukan mereka,” ujar Herdman.
Ia menambahkan, tantangan terbesar justru terletak pada waktu persiapan yang singkat. Menurutnya, para pemain dituntut langsung bekerja keras sejak hari pertama demi mencapai performa maksimal jelang laga FIFA Series melawan Saint Kitts and Nevis pada Jumat (27/3).
“Kami sudah memberikan materi taktik bahkan sebelum mereka masuk lapangan. Di aula basket GBK, kami mulai menyusun strategi. Jadi begitu pemain datang, tidak ada waktu santai. Mereka datang untuk bekerja,” kata Herdman.
Ia menegaskan membela Timnas bukan sekadar agenda rutin, melainkan tanggung jawab besar yang harus diperjuangkan.
“Mereka paham ini bukan liburan. Mengenakan seragam negara adalah kehormatan. Kalau ingin hasil bagus, ya harus berjuang habis-habisan sejak sekarang,” tegasnya.
Sejauh ini, tiga penjaga gawang yang sudah bergabung dalam latihan adalah Maarten Paes, Nadeo Argawinata, dan Cahya Supriadi. Di lini belakang, nama-nama seperti Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas, dan Rizky Ridho sudah terlihat berlatih bersama Elkan Baggott serta Sandy Walsh yang lebih dulu datang sehari sebelumnya.
Sementara di sektor tengah, pemain yang sudah merapat didominasi oleh penggawa kompetisi domestik seperti Beckham Putra, Eliano Reijnders, Yakob Sayuri, dan Ivar Jenner. Adapun di lini depan, tiga striker yang telah tiba adalah Ole Romeny, Mauro Zijlstra, dan Ramadhan Sananta.
Meski belum lengkap, Herdman tetap optimistis timnya bisa cepat menyatu. Ia percaya determinasi para pemain untuk tampil maksimal di hadapan publik akan menjadi energi tambahan.
“Yang kami bangun sekarang adalah mentalitas. Kalau mental sudah siap, taktik akan mengikuti. Target kami jelas: tampil solid dan membuat pendukung bangga,” pungkasnya. (mua)
