Matawarta.com, JAKARTA – Isu mengejutkan soal siomay berbahan ikan sapu-sapu bikin Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan tak tinggal diam. Di tengah keresahan warga, pemkot langsung tancap gas menyusun langkah pengawasan menyeluruh demi memastikan jajanan populer itu tetap aman disantap.
Tak sekadar wacana, tim khusus langsung dibentuk. Kolaborasi antara Sudin KPKP dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan disiapkan untuk membedah kandungan siomay yang beredar di lapangan.
Pemeriksaan ini akan dilakukan bertahap, dengan pendekatan yang lebih terukur agar tidak menimbulkan kepanikan di kalangan pedagang.
Wali Kota Muhammad Anwar menekankan, langkah ini bukan operasi tangkap mendadak. Pemerintah memilih strategi yang lebih bijak, mengawasi sambil membina.
“Jangan sampai pedagang kecil jadi korban. Kita cek pelan-pelan, tapi tetap serius,” ujarnya.
Selain pengawasan, edukasi jadi senjata utama. Pedagang akan diberi pemahaman soal bahan baku yang aman, termasuk risiko jika menggunakan ikan yang tidak layak konsumsi. Pemkot ingin mencegah, bukan sekadar menghukum.
Di saat yang sama, pemetaan titik rawan peredaran siomay mencurigakan mulai digarap. Wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi pusat distribusi akan jadi prioritas pengawasan dalam waktu dekat.
Tak berhenti di hilir, penanganan juga dilakukan dari sumber masalah. Ikan sapu-sapu yang selama ini dianggap hama di perairan kini diburu secara masif.
Peralatan penangkapan sudah disalurkan ke tiap kecamatan, menandai dimulainya operasi bersih-bersih skala besar.
Awal Mei nanti, operasi lanjutan akan digelar.
Untuk pemusnahannya, pemkot mengikuti arahan Majelis Ulama Indonesia, ikan harus dimatikan lebih dulu sebelum dikubur di lokasi khusus.
Menariknya, pemerintah tak menutup kemungkinan memanfaatkan ikan sapu-sapu menjadi sesuatu yang bernilai, seperti pakan ternak atau pupuk organik. Dari ancaman kesehatan, kini berpotensi jadi sumber manfaat. (mua)
