Matawarta.com, JAKARTA – Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Hercules Rosario de Marshal melontarkan peringatan keras kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terkait polemik sengketa lahan.
Hercules menegaskan tanah yang dipersoalkan bukan lahan kosong, melainkan tanah yang menurut pengakuannya telah dibebaskan menggunakan uang hingga puluhan miliar rupiah.
Pernyataan tersebut disampaikan Hercules melalui video yang diunggah di akun Instagram GRIB Jaya. Ia memperingatkan Maruarar atau Ara agar tidak menggunakan cara-cara yang menurutnya pernah dilakukan sebelum menjabat sebagai menteri di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kamu tahu nggak Ara Sirait, tanah itu bukan kosong begitu. Tanah itu aku bebasin pakai uang. Aku pakai uang. Aku kosongkan pakai uang. Uang puluh-puluhan miliar. Asal kamu tahu,” ujar Hercules dalam video tersebut, dikutip Jumat (23/10).
Hercules juga mengingatkan Ara agar tidak menggunakan jabatannya untuk mengambil tindakan yang berpotensi merugikan pihak lain. Ia menegaskan persoalan lahan tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata karena ada uang yang diklaim telah dikeluarkan untuk membebaskannya.
“Kamu jangan nanti dikasih pemerintah jadi menteri, terus kamu mau pemerintah merugikan rakyat. Merugikan saya lagi, Ara,” ucapnya.
Tak berhenti di situ, Hercules turut menyinggung perjalanan politik Ara. Ia mengaku sudah mengenal sosok politikus tersebut jauh sebelum menduduki kursi Menteri PKP.
Dalam pernyataannya, Hercules menyebut Ara harus meninggalkan pola lama dan berhati-hati dalam menangani persoalan lahan. Ia bahkan melontarkan sindiran mengenai perpindahan politik Ara dari partai sebelumnya ke lingkungan pemerintahan saat ini.
“Sekarang kamu menteri di dalam pemerintahan, Presiden yang ke-8. Kau sadar diri, kau jangan pakai otak kamu yang nakal dulu,” kata Hercules.
Meski melontarkan kritik tajam, Hercules menyatakan akan mendukung Ara apabila langkah yang diambilnya memang benar. Namun, ia menegaskan tidak akan tinggal diam apabila sengketa lahan tersebut berujung pada kerugian bagi dirinya.
“Hei Ara Sirait. Kalau kamu benar aku dukung, tapi kamu masih mau pakai otak-otak dulu kamu masih di merah, rampok-rampok terus, sekarang kamu menyelamatkan diri, menempel ke biru, terus kamu mau pakai rampok lagi, terus kamu berhadapan dengan saya,” ujarnya.
Polemik tersebut berkaitan dengan persoalan lahan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang direncanakan untuk pembangunan rumah susun bagi masyarakat. Hercules sebelumnya mengklaim lahan itu merupakan milik ahli waris bernama Sulaeman Effendi.
Di sisi lain, Maruarar menyatakan telah mendatangi lokasi dan berkonsultasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Berdasarkan hasil yang disampaikannya, lahan tersebut dipastikan merupakan aset negara.
“Ada pihak lain yang tidak yakin itu tanah negara,” kata Ara di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026).
Sebelumnya, Hercules dan Ara juga sempat bertemu di lokasi lahan dekat rel kereta api di kawasan Tanah Abang. Namun, Hercules tidak merinci secara jelas lokasi lahan yang dimaksud dalam peringatan terbarunya. (paz)
