MataWarta.com; JAKARTA – Di Indonesia, ada fenomena para pejabat yang berani terhadap koruptor namun dibuang dan dipindah dari posisinya.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD.
“Saya kira banyak yang tahu, orang yang baik-baik itu yang ngejar koruptor, berani benar sama koruptor itu, besoknya dipindah, dia dibuang,” kata Mahfud dalam pidatonya di acara Rapim Lemhannas RI 2023 di Kantor Lemhannas, Jakarta, Rabu (1/2).
“Kasusnya enggak ada, mulai lagi dari awal. Tahu, Pak? Tahu saya,” tambahnya
Ia mengatakan timnya sempat diterjunkan ke daerah kasus itu terjadi pada hari Senin.
Rencananya, hari Kamis pihak penegak hukum akan melakukan gelar perkara. Namun, orang yang menangani kasus itu sudah dimutasi ke tempat lain.
“Bahkan saya turun tangan pun, saya bilang ‘Senin saya ke sana. Kirim tim ke sana’. Senin. ‘Oke nanti Kamis gelar perkara di sana’. Selasa orangnya dipindah. Kasusnya enggak bisa, udah dipindah,” kata Mahfud.
“Ada juga yang dilimpahkan ke pengadilan, biar hakim saja yang putus. Banyak tuh yang begitu-begitu,” tambah dia.
Mahfud mengatakan fenomena pejabat dipindah posisinya juga terjadi ketika melawan bandit hitam di suatu daerah.
“Orang kadang-kadang dipromosikan kadang dipindah karena melawan bandit-bandit konglomerat hitam di daerah itu. Dibantu oleh Gubernurnya dibantu Bupatinya. Kalau macam-macam, dipindah dia,” kata dia.
