JAKARTA – matawarta.com : Bank Indonesia mengumumkan pada hari Kamis untuk menaikkan suku bunga acuan perbankan sebesar 50 bps menjadi 4,25 persen. Hal ini untuk menekan inflasi di tengah dampak kenaikan harga bahan bakar dan ketidakpastian di pasar keuangan global.
Keputusan itu diambil dalam rapat dua hari Dewan Gubernur Bank Indonesia yang juga memutuskan menaikkan suku bunga deposito dan lending facility masing-masing sebesar 50 bps menjadi 3,50 persen dan 5,00 persen.
“Keputusan untuk menaikkan suku bunga ini diambil sebagai langkah front-loaded, pre-emptive, dan forward-looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan mengembalikan inflasi inti ke koridor target 3,0 +/- 1% pada paruh kedua tahun 2023,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Meningkatnya tekanan inflasi didorong oleh masih tingginya biaya energi dan pangan global, serta dampak penyesuaian harga BBM di dalam negeri, tambah Warjiyo.
Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi negara tumbuh pada kisaran 4,5 hingga 5,3 persen, dan inflasi akan melampaui batas atas 4 persen pada akhir tahun 2022.*(WAH)
