Matawarta.com, JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar melakukan perjalanan ke Jawa Timur untuk mengunjungi sejumlah pondok pesantren. Safari ini dilakukan di tengah polemik ponpes belakangan.
“Saya hari ini akan ke Jawa Timur juga untuk bertemu dengan beberapa pondok pesantren,” kata Nasaruddin di Jakarta, Rabu seperti dikutip dari Antara.
Ia menilai Ponpes sangat berperan besar dalam peradaban di Indonesia sejak ratusan tahun lalu. Tak hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga tempat pembentukan karakter dan keadaban sosial.
“Tradisi pesantren mengajarkan kesantunan murid kepada kiai. Dari situ lahir budaya hormat anak kepada orang tua, yang kemudian berimbas pada rakyat yang berbakti kepada pemimpinnya,” katanya.
Selain itu, ponpes juga mengajarkan nilai-nilai kepemimpinan dan kewibawaan sehingga ketika lulus dari pesantren, nilai-nilai itu diterapkan di lingkungan sosial.
“Di mana ada rakyat yang santun, di sana biasanya ada pemimpin yang berwibawa. Dan di mana ada pemimpin yang berwibawa, di sana ada rakyat yang santun. Suasana kebatinan seperti inilah yang dibentuk oleh pondok pesantren,” ujar pria yang juga imam besar Mesjid Istiqlal itu.
Ribuan masyarakat dari kalangan santri sempat memanas lantaran tayangan video di Trans7 yang dianggap merendahkan pesantren. Pihak Trans7 pun telah meminta maaf dan mengakui telah lalai.
Perwakikan Trans 7 juga telah menemui perwakikan Pondok Pesantren Lirboyo dihadiri keluarga pengasuh ponpes, santri, dan alumni santri.
Nasaruddin berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak. Ia yakin para kiai sudah memaafkan.
“Ya, saya kira itu yang sangat penting buat kita. Mudah-mudahan ini pembelajaran buat kita semua,” kata Nasaruddin. (mua)
