Matawarta.com, JAKARTA– Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, angkat suara keras soal dugaan penghinaan terhadap suku Sunda yang dilakukan oleh Adimas Firdaus, pemilik akun Instagram Resbob. Menurutnya, ucapan Adimas bukan sekadar kontroversi dunia maya, melainkan sudah masuk ranah pelanggaran SARA yang tak bisa dibiarkan.
“Ini jelas SARA. Saya mendesak kepolisian bertindak cepat. Jangan tunggu sampai ini memicu perpecahan. Proses hukum harus berjalan supaya ada efek jera dan tidak ada lagi yang berani merendahkan suku mana pun,” tegas Erwan, Jumat (12/12/2025).
Erwan tak menutupi perasaannya. Ia mengaku marah dan tersinggung sebagai putra Sunda. Namun mengingatkan publik agar tidak terprovokasi.
“Saya yang lahir sebagai orang Sunda benar-benar tersinggung. Tapi kita tidak boleh membalas dengan kebencian. Masalah ini soal pribadi, bukan soal sukunya,” ujarnya.
Sementara itu, langkah hukum terhadap Adimas sudah dimulai. Viking Persib Club secara resmi melaporkannya ke Polda Jawa Barat atas dugaan ujaran kebencian. Laporan tersebut diajukan oleh kuasa hukum Viking, Ferdy Rizki, ke Direktorat Reserse Siber.
“Tadi malam kami sudah membuat laporan polisi terkait ujaran kebencian yang viral itu. Saya mendapat mandat langsung dari Ketua Viking, Kang Tobias Ginanjar, untuk memastikan laporan ini diproses,” jelas Ferdy. (mua)
