Matawarta.com, JAKARTA– Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan skema khusus dalam pembongkaran tiang monorel agar aktivitas tersebut tidak memicu kemacetan. Salah satu langkah utama yang diterapkan adalah pelaksanaan pembongkaran pada malam hari, terutama untuk menghindari kepadatan lalu lintas di jam sibuk sepulang kerja.
Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, waktu pelaksanaan pembongkaran sudah disesuaikan dengan window time yang paling minim aktivitas kendaraan. Namun, terkait jadwal detail dan durasi pekerjaan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga sebagai pelaksana teknis di lapangan.
“Secara prinsip pembongkaran dilakukan malam hari. Untuk teknis kapan mulai dan berapa lama pelaksanaannya, nanti akan dieksekusi oleh Dinas Bina Marga,” ujar Syafrin di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Syafrin memastikan, selama proses pembongkaran berlangsung tidak akan ada penutupan jalan. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan dengan memanfaatkan jalur lambat sebagai area penempatan alat berat, sementara jalur cepat tetap dibuka bagi kendaraan yang melintas.
“Di ruas tersebut terdapat jalur cepat dan jalur lambat. Alat berat akan ditempatkan di jalur lambat, sehingga jalur cepat tetap bisa digunakan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pola pengaturan lalu lintas tersebut telah dibahas bersama kepolisian dan instansi terkait. Dengan koordinasi tersebut, Dishub optimistis pembongkaran tiang monorel tidak akan mengganggu mobilitas warga.
“Tidak ada penutupan jalan. Hanya pemanfaatan jalur lambat saat alat berat bekerja,” tegas Syafrin. (mua)
