Matawarta.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri rapat perdana Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kehadiran kepala negara disebut sebagai bentuk kesiapan Indonesia terlibat aktif dalam forum internasional tersebut sejak tahap awal.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyampaikan pemerintah telah menerima undangan resmi untuk mengikuti pertemuan yang dijadwalkan dalam waktu dekat.
“Dapat kami infokan bahwa sebagaimana disampaikan Pak Menlu, pemerintah telah menerima undangan rapat perdana Board of Peace, dan Presiden Prabowo Subianto akan hadir,” kata Nabyl saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).
Menurut Nabyl, partisipasi Indonesia dalam forum itu bukan sekadar kehadiran simbolik. Pemerintah ingin mengambil peran dalam menentukan arah kebijakan serta agenda kerja Dewan Perdamaian ke depan.
“Indonesia akan menggunakan Board of Peace untuk memperjuangkan perlindungan warga sipil, mendorong pemulihan dan rekonstruksi Gaza, serta mengupayakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina berdasarkan solusi dua negara,” tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan adanya undangan rapat perdana Board of Peace yang akan digelar pada 19 Februari. Namun saat itu, ia menyebut keputusan mengenai kehadiran presiden masih menunggu kepastian.
Prasetyo berharap momentum pertemuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk agenda lain, termasuk kemungkinan penandatanganan kesepakatan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang saat ini masih menunggu jadwal resmi. (mua)
