Solidaritas Tanpa Henti, PW ISNU Aceh Ulurkan Paket Lebaran untuk Pengurus PC ISNU di Aceh Tamiang

Matawarta.com, ACEH TAMIANG– Di tengah jejak duka yang belum sepenuhnya pulih akibat bencana banjir, Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Aceh kembali menunjukkan kepeduliannya. Pada Jumat, 13 Maret 2026, organisasi ini menyalurkan paket bantuan Lebaran kepada jajaran pengurus Pimpinan Cabang (PC) ISNU Kabupaten Aceh Tamiang yang masih merasakan dampak bencana.

Bantuan yang diserahkan meliputi uang tunai, paket sembako, serta berbagai perlengkapan kebutuhan dasar. Penyaluran dilakukan langsung oleh Sekretaris PW ISNU Aceh Rahmad Syah Putra bersama Bendahara Arkin, dan diterima oleh Ketua PC ISNU Aceh Tamiang Muhammad Mabrur.

Momentum penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus ISNU dari berbagai daerah, di antaranya Wakil Sekretaris PC ISNU Aceh Besar Syauqi Fadhlil Khalid, Sekretaris PC ISNU Kota Langsa Muttaqin, serta Bendahara Iskandar.

Rahmad menegaskan, bantuan ini bukan sekadar bentuk kepedulian simbolis, melainkan wujud nyata solidaritas keluarga besar ISNU terhadap sesama pengurus yang masih berjuang bangkit dari keterpurukan. Menurutnya, menjelang Lebaran, dukungan moral dan material sangat dibutuhkan agar para penyintas tetap memiliki harapan.

“Bantuan ini kami harapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita menjelang Lebaran, khususnya pengurus ISNU di Aceh Tamiang yang juga menjadi bagian dari masyarakat terdampak,” kata Rahmad dalam keterangannya.

Ia mengungkapkan, kunjungan langsung ke lokasi terdampak memperlihatkan sebagian masyarakat masih hidup dalam keterbatasan. Dampak banjir yang terjadi beberapa bulan lalu belum sepenuhnya pulih, terutama dari sisi ekonomi dan pemenuhan kebutuhan pokok. Oleh karena itu, ia menilai kepedulian berbagai pihak masih sangat diperlukan untuk mempercepat proses pemulihan.

“Setelah kami melihat langsung kondisi di Aceh Tamiang, masih banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan, baik dari sisi pemulihan ekonomi maupun pemenuhan kebutuhan dasar. Karena itu, solidaritas dari berbagai pihak masih sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Sejak bencana melanda pada akhir 2025, PW ISNU Aceh telah melakukan berbagai aksi kemanusiaan. Mulai dari penyaluran wakaf Al-Qur’an, Iqra, dan buku-buku keagamaan, hingga pemberian santunan kepada anak yatim dan bantuan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak melalui dukungan Pengurus Pusat ISNU.

Tak hanya itu, bantuan juga disalurkan kepada para penyintas melalui kerja sama dengan lembaga kemanusiaan seperti Asar Humanity dan Abcary Cendekia. Upaya tersebut diiringi dorongan agar percepatan pemulihan ekonomi serta pembangunan infrastruktur segera dilakukan, sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

Seperti diketahui, banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 24 November 2025 meninggalkan dampak panjang. Hingga pertengahan Maret 2026 lebih dari 100 hari setelah bencana, ribuan warga di Aceh Tamiang dan daerah terdampak lainnya masih bertahan di pengungsian maupun hunian sementara, menanti kepastian masa depan yang lebih baik. (paz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *