Timnas Iran Terancam Batal ke Piala Dunia 2026 Akibat Konflik Timur Tengah

Matawarta.com, JAKARTA
Tiga bulan jelang kick-off Piala Dunia 2026, bayang-bayang mundurnya Timnas Iran mulai mencuat akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Situasi geopolitik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat memunculkan kekhawatiran negara tersebut tak bisa ambil bagian dalam turnamen akbar yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Isu tersebut mencuat setelah Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, memberi sinyal kondisi keamanan saat ini bisa berdampak pada keikutsertaan timnya.

“Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan dari Amerika Serikat, sepertinya kami tidak bisa menantikan Piala Dunia, tetapi para petinggi olahraga lah yang harus memutuskan hal itu,” ujar Taj.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan belum ada keputusan apa pun terkait partisipasi Iran. Ia mengaku masih melihat perkembangan situasi.

“Saya membaca berita (soal Iran) pagi ini dengan cara yang sama seperti Anda,” kata Grafstrom.

“Kami mengadakan pertemuan hari ini dan masih terlalu dini untuk berkomentar secara detail, tetapi kami akan memantau perkembangan seputar semua isu di seluruh dunia.”

Grafstrom juga menegaskan fokus FIFA tetap pada keamanan turnamen. Ia ingin memastikan turnamen berlangsung aman dan seluruh tim dapat berpartisipasi tanpa ancaman.

“Kami telah melakukan pengundian babak final di Washington di mana semua tim berpartisipasi, dan fokus kami adalah pada Piala Dunia yang aman dengan semua tim berpartisipasi. Kami akan terus berkomunikasi seperti yang selalu kami lakukan dengan tiga pemerintah tuan rumah. Semua orang akan aman.”

Iran sendiri tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Mereka dijadwalkan melakoni laga perdana pada 15 Juni di SoFI Stadium, Inglewood, menghadapi Selandia Baru. Namun jika skenario mundur benar-benar terjadi, konfederasi Asia berpotensi mengalami perubahan komposisi wakil.

Uni Emirat Arab disebut-sebut menjadi kandidat terdekat sebagai pengganti, meski dalam kualifikasi mereka finis di bawah Irak. Sementara Irak masih harus menjalani play-off antar benua melawan Bolivia atau Suriname untuk memastikan tiket. (paz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *