JAKARTA – Seniman dan budayawan mendapat kesempatan menghadap Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/2). Dalam kesempatan tersebut mereka menyampaikan harapan mengenai pelaksanaan kegiatan pertunjukan seni budaya di Tanah Air. Khususnya selama masa pandemi.
Seniman Butet Kartaredjasa mengatakan presiden telah mempersilakan pelaksanaan pertunjukan seni budaya dengan 50 persen penonton dari kapasitas gedung.
Presiden juga berkeinginan jumlah kapasitas itu dapat terus bertambah. Dengan catatan keadaan mulai membaik.
“Mulai Maret mungkin akan bertambah. Jadi bisa 70 atau 80 persen, ini sedang diolah pemerintah,” kata Buteta.
“Kepastiannya nanti Maret akan diumumkan, sehingga orang yang menikmati seni pertunjukan di gedung bisa lebih banyak,” Butet, menambahkan.
Butet menuturkan Kepala Negara mendorong agar kegiatan seni budaya, tetap berlangsung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
“Harus tetap jalan meskipun setiap daerah punya otonominya sendiri untuk mengatur, asalkan semua nanti terjadi dengan standar protokol kesehatan yang disepakati dan diatur oleh pemerintah,” tuturnya.
Selanjutnya, Butet menyebut bahwa Presiden menginstruksikan jajarannya untuk mendorong perusahaan BUMN, swasta, dan industri untuk mendukung pelaksanaan pertunjukan seni dan budaya dalam hal pembiayaannya.
“Presiden juga mendorong BUMN, perusahaan swasta, industri, untuk memberikan support pada kegiatan seni budaya, karena kegiatan seni budaya itu akar dari pembangunan kualitas manusia di negeri ini,” lanjut Butet.
Seniman Ratna Riantiarno juga menyampaikan agar pertunjukan seni budaya dapat segera dilakukan di Tanah Air. Ratna menyebut pandemi bukan suatu hal yang dapat menghalangi para seniman di Tanah Air untuk berkarya.
“Kita sekarang sudah siap mau tampil dengan segala kondisi. Karena kita yakin pandemi ini harus dikalahkan,” katanya.*(WAH)
