Gempa Maroko Tewaskan 2000 Orang

Jumat (8/9/2023) gempa berkekuatan 6,8 magnitudo mengguncang sebagian wilayah Maroko. Wilayah yang terdampak antara lain Provinsi Al-Houz, Marrakech, Ouarzazate, Azilal, Chichaoua, dan Taroudant.

Gempa Maroko ini menjadi yang terkuat di negara Afrika Utara sejak satu abad terakhir. Akibatnya, banyak bangunan runtuh yang mengakibatkan sebagian warga terjebak di bawah puing-puing. Sampai saat ini dikabarkan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia.

Warga yang selamat saat ini sedang berjuang untuk mendapatkan makanan, air, dan tempat berlindung. Operasi pencarian orang hilang pun terus berlanjut di desa-desa yang sulit dijangkau. Berikut fakta terbaru tentang gempa Maroko yang Liputan6.com kumpulkan dari laman bbc.com, Senin (11/9/2023).

Warga yang selamat dari gempa berkekuatan 6,8 magnitudo bermalam di luar ruangan. Ribuan warga membangun perkemahan darurat, di area luar tembok kota tua yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Pepohonan kurma di sekitarnya menjadi tiang untuk menggantung selimut yang dijadikan tenda darurat.

Para warga hanya sempat membawa pakaian yang melekat di tubuhnya dan mereka takut kembali ke rumah untuk mengambil barang-barangnya. Warga khawatir gempa susulan akan terjadi lagi. Guncangan keras yang dirasakan di seluruh Maroko, membuat penduduk dan wisatawan panik berusaha mencari tempat yang aman.

Rémy Bossu, direktur European-Mediterranean Seismological Centre yang berbasis di Prancis, mengatakan bahwa penyebab gempa bumi ini adalah benturan antara lempeng tektonik yang membawa benua Eropa dan Afrika.

Dalam wawancaranya dengan BBC Remy mengatakan, “Lempeng Afrika bergerak berlawanan dengan lempeng Eurasia dengan kecepatan 2 mm per tahun. Jadi, bukanlah hal yang mustahil apabila terjadi gempa bumi berkekuatan besar.

Ketika ditanya tentang kemungkinan gempa susulan, dia mengatakan bahwa itu bukanlah “kemungkinan”, tetapi “pasti”.

“Kami telah mengamati 20 gempa susulan yang sudah terasa, masih banyak yang belum dirasakan. Akan ada gempa susulan lainnya, bisa berlangsung selama beberapa hari kedepan bahkan minggu,” jelas Remy.

Remy memberi peringatan tentang bangunan yang melemah di pegunungan:

“Terutama di pegunungan, orang harus sangat berhati-hati karena bangunan-bangunan mungkin telah melemah akibat guncangan sebelumnya. Jadi jika ragu pada kekuatan bangunan, sebaiknya warga tidak boleh kembali ke rumah mereka.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *