Matawarta.com, JAKARTA – Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah tidak sekadar angka statistik, melainkan menjadi cermin penting untuk mengukur arah kebijakan ke depan. Menurutnya, hasil survei approval rating justru memberi ruang bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi dan pembenahan.
Dasco mengatakan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencermati secara serius setiap catatan yang muncul dari hasil survei tersebut, meskipun porsinya terbilang kecil.
“Approval rating kami lihat sebagai masukan sekaligus bahan evaluasi dan introspeksi,” ujar Dasco saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Ia menambahkan, catatan yang muncul dalam survei justru menjadi fokus perhatian pemerintah. Menurutnya, Presiden Prabowo tidak hanya melihat angka kepuasan yang tinggi, tetapi juga menaruh perhatian pada bagian yang masih perlu diperbaiki.
“Catatan-catatan itulah yang menjadi perhatian kami, perhatian pemerintah, dan perhatian Pak Prabowo untuk dijadikan bahan introspeksi agar ke depan bisa lebih baik,” lanjutnya.
Wakil Ketua DPR RI itu menilai, meski persentase responden yang menyampaikan catatan kritis relatif kecil, hal tersebut tetap memiliki arti strategis dalam proses perumusan kebijakan.
“Walaupun hanya sekitar 2,3 persen, bagi kami itu tetap penting dan bermakna sebagai bahan masukan,” kata Dasco.
Sebelumnya, lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terkait kinerja Presiden Prabowo Subianto. Dalam survei tersebut, sebanyak 79,9 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden ke-8 Republik Indonesia itu.
Survei dilakukan pada periode 15-21 Januari 2026 dengan melibatkan 1.220 responden yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Survei ini memiliki margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka. Indikator Politik Indonesia juga menyebutkan quality control dilakukan secara acak terhadap 20 persen dari total sampel dengan cara mendatangi kembali responden terpilih.
Peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyampaikan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
“Secara umum, tidak ada perbedaan signifikan antara approval rating Januari 2025 dan Januari 2026. Jika digabung antara kategori sangat puas dan cukup puas, angkanya mencapai 79,9 persen. Ini tergolong sangat tinggi untuk ukuran seorang presiden,” ujar Burhanuddin dalam konferensi pers daring, Minggu (8/2).
Dalam rincian survei tersebut, responden yang menyatakan sangat puas tercatat sebesar 13 persen, sementara secara keseluruhan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo berada di angka 79,9 persen. (paz)
