Presiden Prabowo Subianto Minta Biofuel Disiapkan sebagai Alternatif Pengganti BBM

Matawarta.com, JAKARTA – Pemerintah mulai tancap gas mendorong revolusi energi. Di tengah lonjakan harga minyak dunia dan panasnya tensi geopolitik global, arahan tegas datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yaitu percepatan hilirisasi biofuel jadi senjata utama untuk menggantikan bahan bakar konvensional seperti Pertalite dan Pertamax.

Langkah agresif ini diungkap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai rapat terbatas jelang kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan. Pemerintah, kata Amran, tak punya banyak waktu akselerasi harus dilakukan sekarang juga untuk menghadapi dampak konflik global yang kian memanas.

“Ini bukan lagi wacana, tapi langkah cepat. Presiden minta hilirisasi biofuel dipercepat, terutama dari sektor pertanian,” tegas Amran dalam konferensi pers di Jakarta.

Tak main-main, pemerintah bahkan membidik penghentian impor solar tahun ini. Sebagai gantinya, biofuel berbasis sawit B50 akan digelontorkan dalam jumlah jumbo mencapai 5,3 juta ton. Artinya, ketergantungan pada energi impor mulai diputus secara bertahap.

Tak berhenti di situ, pemerintah juga menyiapkan gebrakan baru lewat program E20, bahan bakar campuran 20 persen etanol yang digadang-gadang bisa langsung menendang posisi bensin yang selama ini dipakai masyarakat. Bahan bakunya pun bukan impor, melainkan hasil bumi sendiri: jagung, tebu, hingga ubi.

Ambisi ini bukan tanpa contoh. Negara seperti Brasil bahkan sudah melaju lebih jauh dengan campuran etanol hingga 27 persen. Indonesia kini ingin mengejar, bahkan melampaui.

“E20 ini bisa jadi pengganti bensin seperti Pertalite dan Pertamax,” ujar Amran. (paz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *