Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus mematangkan langkah strategis dalam pengembangan wisata olahraga atau sport tourism di Tanah Air. Fokus utama diarahkan pada penguatan tata kelola yang transparan, akuntabel, serta tepat sasaran agar program yang dijalankan memberi dampak nyata bagi masyarakat dan daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Regulasi Bantuan Pemerintah Bidang Wisata Olahraga yang digelar di Hotel Golden Tulip, Kota Tangerang, Banten, Kamis (23/10). Kegiatan ini menjadi ruang penyamaan persepsi bagi para pemangku kepentingan terkait kebijakan dan mekanisme penyaluran bantuan pemerintah di sektor wisata olahraga.
Asisten Deputi Wisata Olahraga Kemenpora, Ibnu Hasan, menegaskan sosialisasi ini merupakan tindak lanjut arah kebijakan pengembangan industri olahraga nasional yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Regulasi bantuan pemerintah harus dipahami secara benar oleh semua pihak. Dengan begitu, program wisata olahraga yang didukung negara bisa memberikan dampak nyata, baik bagi masyarakat, ekonomi kreatif, maupun peningkatan kunjungan wisata olahraga di berbagai daerah,” ujar Ibnu Hasan.
Senada, Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, menekankan regulasi disusun sebagai pedoman agar penyaluran bantuan tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar berdaya guna.
“Kami ingin bantuan pemerintah memiliki nilai manfaat yang jelas dan mendukung pembangunan sektor wisata olahraga. Proposal yang diajukan harus berkualitas, realistis, dan sejalan dengan prioritas nasional,” tegas Isnanta.
Sosialisasi yang digelar secara hybrid, luring dan daring, ini diikuti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Dinas Pariwisata (Dispar) provinsi se-Indonesia, termasuk unit terkait di Kemenpora, pemerintah daerah, dan mitra strategis lainnya.
Asisten Deputi Olahraga Profesional Kemenpora, Yusup Suparman, hadir sebagai narasumber utama dengan memaparkan dasar hukum, mekanisme penyaluran, hingga aspek akuntabilitas Bantuan Pemerintah. Sejumlah praktisi dan akademisi turut memberikan pandangan mengenai tata kelola keuangan negara, hibah pemerintah, serta praktik baik pengelolaan bantuan di sektor olahraga dan pariwisata.
Melalui kegiatan ini, Kemenpora berharap terbangun peta jalan pengembangan sport tourism nasional yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Sekaligus menegaskan komitmen untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia, agar setiap dukungan pemerintah berjalan efektif, transparan, dan memberi dampak nyata bagi kemajuan wisata olahraga Indonesia.
